Senin, 18 Januari 2010

rokert rokers band

ROCKET ROCKERS


The Story So far…
1998 (Soeharto lengser, sebuah band pop punk lahir di Bandung)
Immorality President adalah band yang terbentuk menjadi cikal bakal Rocket Rockers. Firman (vocal/guitar), Aska (vocal/guitar), Bisma (bass), Doni (drums) adalah formasi awal Immorality President saat itu.

1999 (and the name is ROCKET ROCKERS!)
Firman (vocal/guitar) keluar dari Immorality President karena satu dan lain hal. Akhirnya mereka merkrut Al a.k.a Ucay untuk gabung di Immorality President. Namun nama band itu tidak berlangsung lama, sampai akhirnya Ucay mengusulkan nama Rocket Rockers sebagai penggantinya. Panggung pertama Rocket Rockers adalah di acara 17 Agustusan di lapangan komplek dekat Bisma tinggal. Rocket Rockers tampil di depan bapa-bapa, ibu-ibu dan warga sekitar yang duduk resmi namun Rocket Rockers tetap tampil ugal-ugalan dengan membawakan lagu-lagu berlirik tidak senonoh.

2000 (1st Compilation)
Untuk pertamakalinya Rocket Rockers masuk dalamsebuah kompilasi dari bonus CD majalah Fallen Angel bersama Poison The Well, Strung Out, Not Available, Step Forward dll. Di tahun 2000 ini, Rocket Rockers mulai sering main di pensi-pensi SMA dan acara-acara kolektif.
2001 (Punk Rock Show and Skateboarding events)
Rocket Rockers menjadi salah satu band pembuka konser Skin Of Tears (band punk asal Jerman) di teater terbuka Dago Tea House bersama Kuro!, Stadium 12 dan No Label. Di tahun yang sama pula Rocket Rockers medapat kontrak endorsement dengan Volcom dan Electric Sun Glasses. Sampai akhirnya Rocket Rockers kerapkali main di event skateboarding.

2002 (1st Album….BOOM!)
Rocket Rockers menjadi salah satu band pembuka di konser Last Show Ever-nya Puppen (band hardcore legendaries asal Bandung). Di tahun yang sama juga Rocket Rockers mengeluarkan album perdana-nya “Soundtrack For Your Life” di bawah naungan OffTheRecords. Album tersebutmencapai penjualan 15.000 copies lebih. Sampai suatu saat, single lagu “Finishkan” menjadi No.1 beberapa minggu di chart indie Radio Prambors.Berbagai media massa cetakpun memprediksikan Rocket Rockers menjadi “The Next Big Thing” (Hard Act To Follow Next Year) bersama Superman Is Dead, The White Stripes, The Hives dan The Vines –Majalah HAI No.45 11 Nov 2002-. Juga beberapa media massa seperti Boardriders, Ripple Magazine, Pause Magazine, Gadis, Kawanku, Pikiran Rakyat, dll mulai banyak mengulas Rocket Rockers. Untuk video clip, Rocket Rockers memilih single “Tergila” garapan Cerrahati dan sudah tayang di MTV. Pensi-pensi sampai acara independent-pun banyak mengundang Rocket Rockers untuk menjadi bagian dari acara. Sampai akhirnya gaung Rocket Rockers mulai merambah ke luar kota dan pulau. Sebutlah Jakarta, Bekasi, Subang, Pandeglang, Surabaya, Yogyakarta, Semarang, sudah dilalui dan undangan dari Medan, Bali, Balikpapan, Ujung Pandang, Singapore, Malaysia terus meramaikan e-mail dan guestbook. Melihat demand yang semakin membesar terhadap Rocket Rockers, membuat mereka harus menjalankan band dengan professional.

2003 (Menembus layar lebar)
Di tahun ini juga Rocket Rockers sempat menjadi cameo dan pengisi scoring di film “Cinta 24 Karat” karya Richard Buntario. Di tahun yang sama, Doni (drummer) keluar dari Rocket Rockers dan digantikan oleh Ozom.
2004 (Major Label, Kontroversi & Struggle)
Di awal tahun ini Rocket Rockers di kontrak oleh Sony Music dan melahirkan album ke 2 “Ras Bebas” di tahun 2004. Album tersebut laris 20.000 copies dibulan pertama edar. Rocket Rockers di tahun 2004 telah membuat 3 video klip yang tayang di MTV, diataranya: “Bangkit”, “K.L.A.S.S.I.X” dan “Pesta”. Seperti biasa band indie yang memiliki grass root kuat lalu masuk major label akan menemui kontra-kontra dari core fans. Testimonial di website pun cukup memanas. Dan suatu saat ketika Rocket Rockers interview di sebuah radio di Makassar dan menyebutkan bahwa Rocket Rockers masuk Sony Music, keesokan harinya aksi panggung Rocket Rockers di sebuah pensi dihujani oleh ludah yang bertubi-tubi dari penonton. Penontonm terus meludahi dari lagu pertama sampai terakhir, namun Rocket Rockers tetap tegar main sampai lagu terakhir walaupun Ucay (vokal) badan dan muka-nya sudah dipenuhi oleh ludah. Seiring waktu dan kedewasaan scene, wacana indie-major mulai memudar, panggung Rocket Rockers pun berangsur aman di berbagai kota.
2006 (Masuk dalam film sejarah punk sedunia: PUNK’S NOT DEAD)
Rocket Rockers tahun ini berhasil membuat sejarah baru sebagai satu-satunya band Indonesia yang masuk ke dalam sebuah film dokumenter punk se-dunia “PUNK’S NOT DEAD THE MOVIE: A Revolution 30 Years In the Making”. Film yang disutradarai oleh Susan Dynner tersebut menelusuri perkembangan dan eksistensi punk rockn selama 30 tahun. Susan Dynner dalam film tersebut mencoba untuk menggambarkann betapa besarnya kultur punk di dunia. Ide awalnya ketika Susan menonton sebuah acara reuni akbar band-band punk tua sampai yang muda dengan sponsor LEVI’S. Akhirnya tercetuslah ide untuk membuat PUNK’S NOT DEAD THE MOVIE. Film tersebut menuai pujian dari festival seperti The Copenhagen International Documentary Film Festival, Melbourne International Film Festival, Buenos Aires Film Festival, San Francisco International Film Fastival hingga Cannes Film Festival. Band-band dan artis yang terlibat didalamnya: NOFX, Sex Pistols, Minor Threat, Black Flag, The Ramones, Dead Kennedys, Rancid, Greenday hingga band-band masa kini seperti My Chemical Romance, The Used, Thrice, SUM 41, Good Charlotte, Story Of The Year, dll. Juga interview beberapa tokoh penting punk lainnya. Rocket Rockers menjadi bagian dari rentetan band tersebut, adalah sesuatu yang sangat membanggakan.
Di pertengahan 2006 Rocket Rockers masuk studio lagi untuk merampungkan album ke 3 “Better Season”. Tanpa di duga selesai rekaman, di akhir tahun 2006, 13 lagu Rocket Rockers menyebar hand to hand, hardisk to hardisk diluar kuasa Rocket Rockers. Lagu yang menyebar masih hasil mixing dan belum di mastering. Entah siapa yang menyebarkannya. Alhasil, materi lagu Rocket Rockers sudah menyebar ke pelosok nusantara. Hal tersebut terbukti saat manggung di berbagai daerah, semua sudah sing along.Request di internetpun membludak.

2007 (Resign from Sony/BMG)
Rocket Rockers di tahun ini mendapat endorsement dari produk sepatu yang dikelola olehTom Delonge (Blink182/Angel And Airwaves). Disamping itu, setelah menjalinkerjasama dengan Sony Music (yang sekarang menjadi Sony-BMG) selama kuranglebih 3 tahun, Rocket Rockers akhirnya putus kontrak dengan Sony-BMGdikarenakan sudah tidak adalagi kerjasama yang bisa menguntungkan. AkhirnyaRocket Rockers membuat label sendiri yang diberi nama Reach & Rich Records.

2008 (…..a Better Season)
Di awal tahun 2008, Rocket Rockers berhasil menjadi salah satu band pembuka konser MXPX di Basket Hall A Senayan Jakarta bersama Superman Is Dead dan Fornufan.Rocket Rockers terpilih sebagai satu-satunya band rock Indonesia yang memiliki fans paling banyak di friendster yang mencapai 50.000 fans lebih dan alhasil Rocket Rockers di undang ke gathering Friendster oleh David Jones (founder of Friendster) di Grand Indonesia bersama RAN, Ten 2 Five dll.
Setelah hampir 2 tahun materi album ke 3 yang bocor,lagu yang berjudul “Ingin Hilang Ingatan” menjadi top request di friendster dan radio-radio, bahkan di tv lokal sebelum waktunya keluar.
Juni 2008, single dari album ke 3 “Better Season” dilepas ke radio-radio dan langsung meduduki posisi 1 di Radio Ardan Bandung dan menjadi top reques di lagu-lagu lainnya. Video clip yang digarap untuk album “Better Season” adalah “Terobsesi” yang dibuat oleh M.Irsan dari:Grafitasi (yang juga kameramen dari Rocket Rockers). Konsep video clipnya adalah lebih ke reality show yang menampilkan artis-artis, musisi dan teman-teman yang memberi testimonia untuk Rocket Rockers. Musisi dan artis yang ikut andil adalah: Ian Antono, Aura Kasih, Ronal Disko, Sogi, Ence, Masayu Anastasia, Melanie Soebono. Piyu Padi, Tri Utami, Purwacaraka, Tria Changcutters, Bayu O.B, Ajeng “Be a man”, Ocha “Weekend Seru” dan beberapa teman juga alien.
Di tahun 2008 ini juga Rocket Rockers menjadi cover depan majalah RIPPLE, MOSH MAGAZINE, GREY MAGAZINE.
Akhir juli Rocket Rockers akhirnya mengeluarkan album ke 3-nya yang sudah lama tertunda di bawah naungan label sendiri: Reach & Rich Records. Penjualan awal masih menerapkan direct selling di setiap panggung Rocket Rockers. Bahkan dibeberapa kesempatan, personel Rocket Rockers melakukan penjualan hand to hand yang lumayan mendapat apresiasi bagus. Setelah program direct selling, rencananya penjualan album “Better Season” akan bekerja sama dengan clothing lokal yang membuatkan T-shirt Rocket Rockers untuk dijual bersama CD ke seluruh nusantara.
Video Clip “Terobsesi” dari album Better Season sudah tayang di MTV.
Single ke-2 “Ingin Hilang Ingatan” untuk pertama kalinya masuk, dalam jangka waktu beberapa minggu langsung menduduki posisi chart nomer 1 di Ardan Top Request Chart menggeser posisi lagu “Laskar Pelangi” dari Nidji dan band-band dan penyanyi-penyanyi kelas Nasional Indonesia.
Di tahun 2008 ini, walaupun merilis albumnya dengan records sendiri, Rocket Rockers berhasil mendapat panggung di layar kaca tv local dan nasional. Sebut saja “Dahsyat” RCTI, “Klik” dan “Planet Remaja” ANTV, “On The Spot” Trans7 dan beberapa acara tv lokal.
Intip Yuk Selengkapnya...rokert rokers band

rokert rokers band

ROCKET ROCKERS


The Story So far…
1998 (Soeharto lengser, sebuah band pop punk lahir di Bandung)
Immorality President adalah band yang terbentuk menjadi cikal bakal Rocket Rockers. Firman (vocal/guitar), Aska (vocal/guitar), Bisma (bass), Doni (drums) adalah formasi awal Immorality President saat itu.

1999 (and the name is ROCKET ROCKERS!)
Firman (vocal/guitar) keluar dari Immorality President karena satu dan lain hal. Akhirnya mereka merkrut Al a.k.a Ucay untuk gabung di Immorality President. Namun nama band itu tidak berlangsung lama, sampai akhirnya Ucay mengusulkan nama Rocket Rockers sebagai penggantinya. Panggung pertama Rocket Rockers adalah di acara 17 Agustusan di lapangan komplek dekat Bisma tinggal. Rocket Rockers tampil di depan bapa-bapa, ibu-ibu dan warga sekitar yang duduk resmi namun Rocket Rockers tetap tampil ugal-ugalan dengan membawakan lagu-lagu berlirik tidak senonoh.

2000 (1st Compilation)
Untuk pertamakalinya Rocket Rockers masuk dalamsebuah kompilasi dari bonus CD majalah Fallen Angel bersama Poison The Well, Strung Out, Not Available, Step Forward dll. Di tahun 2000 ini, Rocket Rockers mulai sering main di pensi-pensi SMA dan acara-acara kolektif.
2001 (Punk Rock Show and Skateboarding events)
Rocket Rockers menjadi salah satu band pembuka konser Skin Of Tears (band punk asal Jerman) di teater terbuka Dago Tea House bersama Kuro!, Stadium 12 dan No Label. Di tahun yang sama pula Rocket Rockers medapat kontrak endorsement dengan Volcom dan Electric Sun Glasses. Sampai akhirnya Rocket Rockers kerapkali main di event skateboarding.

2002 (1st Album….BOOM!)
Rocket Rockers menjadi salah satu band pembuka di konser Last Show Ever-nya Puppen (band hardcore legendaries asal Bandung). Di tahun yang sama juga Rocket Rockers mengeluarkan album perdana-nya “Soundtrack For Your Life” di bawah naungan OffTheRecords. Album tersebutmencapai penjualan 15.000 copies lebih. Sampai suatu saat, single lagu “Finishkan” menjadi No.1 beberapa minggu di chart indie Radio Prambors.Berbagai media massa cetakpun memprediksikan Rocket Rockers menjadi “The Next Big Thing” (Hard Act To Follow Next Year) bersama Superman Is Dead, The White Stripes, The Hives dan The Vines –Majalah HAI No.45 11 Nov 2002-. Juga beberapa media massa seperti Boardriders, Ripple Magazine, Pause Magazine, Gadis, Kawanku, Pikiran Rakyat, dll mulai banyak mengulas Rocket Rockers. Untuk video clip, Rocket Rockers memilih single “Tergila” garapan Cerrahati dan sudah tayang di MTV. Pensi-pensi sampai acara independent-pun banyak mengundang Rocket Rockers untuk menjadi bagian dari acara. Sampai akhirnya gaung Rocket Rockers mulai merambah ke luar kota dan pulau. Sebutlah Jakarta, Bekasi, Subang, Pandeglang, Surabaya, Yogyakarta, Semarang, sudah dilalui dan undangan dari Medan, Bali, Balikpapan, Ujung Pandang, Singapore, Malaysia terus meramaikan e-mail dan guestbook. Melihat demand yang semakin membesar terhadap Rocket Rockers, membuat mereka harus menjalankan band dengan professional.

2003 (Menembus layar lebar)
Di tahun ini juga Rocket Rockers sempat menjadi cameo dan pengisi scoring di film “Cinta 24 Karat” karya Richard Buntario. Di tahun yang sama, Doni (drummer) keluar dari Rocket Rockers dan digantikan oleh Ozom.
2004 (Major Label, Kontroversi & Struggle)
Di awal tahun ini Rocket Rockers di kontrak oleh Sony Music dan melahirkan album ke 2 “Ras Bebas” di tahun 2004. Album tersebut laris 20.000 copies dibulan pertama edar. Rocket Rockers di tahun 2004 telah membuat 3 video klip yang tayang di MTV, diataranya: “Bangkit”, “K.L.A.S.S.I.X” dan “Pesta”. Seperti biasa band indie yang memiliki grass root kuat lalu masuk major label akan menemui kontra-kontra dari core fans. Testimonial di website pun cukup memanas. Dan suatu saat ketika Rocket Rockers interview di sebuah radio di Makassar dan menyebutkan bahwa Rocket Rockers masuk Sony Music, keesokan harinya aksi panggung Rocket Rockers di sebuah pensi dihujani oleh ludah yang bertubi-tubi dari penonton. Penontonm terus meludahi dari lagu pertama sampai terakhir, namun Rocket Rockers tetap tegar main sampai lagu terakhir walaupun Ucay (vokal) badan dan muka-nya sudah dipenuhi oleh ludah. Seiring waktu dan kedewasaan scene, wacana indie-major mulai memudar, panggung Rocket Rockers pun berangsur aman di berbagai kota.
2006 (Masuk dalam film sejarah punk sedunia: PUNK’S NOT DEAD)
Rocket Rockers tahun ini berhasil membuat sejarah baru sebagai satu-satunya band Indonesia yang masuk ke dalam sebuah film dokumenter punk se-dunia “PUNK’S NOT DEAD THE MOVIE: A Revolution 30 Years In the Making”. Film yang disutradarai oleh Susan Dynner tersebut menelusuri perkembangan dan eksistensi punk rockn selama 30 tahun. Susan Dynner dalam film tersebut mencoba untuk menggambarkann betapa besarnya kultur punk di dunia. Ide awalnya ketika Susan menonton sebuah acara reuni akbar band-band punk tua sampai yang muda dengan sponsor LEVI’S. Akhirnya tercetuslah ide untuk membuat PUNK’S NOT DEAD THE MOVIE. Film tersebut menuai pujian dari festival seperti The Copenhagen International Documentary Film Festival, Melbourne International Film Festival, Buenos Aires Film Festival, San Francisco International Film Fastival hingga Cannes Film Festival. Band-band dan artis yang terlibat didalamnya: NOFX, Sex Pistols, Minor Threat, Black Flag, The Ramones, Dead Kennedys, Rancid, Greenday hingga band-band masa kini seperti My Chemical Romance, The Used, Thrice, SUM 41, Good Charlotte, Story Of The Year, dll. Juga interview beberapa tokoh penting punk lainnya. Rocket Rockers menjadi bagian dari rentetan band tersebut, adalah sesuatu yang sangat membanggakan.
Di pertengahan 2006 Rocket Rockers masuk studio lagi untuk merampungkan album ke 3 “Better Season”. Tanpa di duga selesai rekaman, di akhir tahun 2006, 13 lagu Rocket Rockers menyebar hand to hand, hardisk to hardisk diluar kuasa Rocket Rockers. Lagu yang menyebar masih hasil mixing dan belum di mastering. Entah siapa yang menyebarkannya. Alhasil, materi lagu Rocket Rockers sudah menyebar ke pelosok nusantara. Hal tersebut terbukti saat manggung di berbagai daerah, semua sudah sing along.Request di internetpun membludak.

2007 (Resign from Sony/BMG)
Rocket Rockers di tahun ini mendapat endorsement dari produk sepatu yang dikelola olehTom Delonge (Blink182/Angel And Airwaves). Disamping itu, setelah menjalinkerjasama dengan Sony Music (yang sekarang menjadi Sony-BMG) selama kuranglebih 3 tahun, Rocket Rockers akhirnya putus kontrak dengan Sony-BMGdikarenakan sudah tidak adalagi kerjasama yang bisa menguntungkan. AkhirnyaRocket Rockers membuat label sendiri yang diberi nama Reach & Rich Records.

2008 (…..a Better Season)
Di awal tahun 2008, Rocket Rockers berhasil menjadi salah satu band pembuka konser MXPX di Basket Hall A Senayan Jakarta bersama Superman Is Dead dan Fornufan.Rocket Rockers terpilih sebagai satu-satunya band rock Indonesia yang memiliki fans paling banyak di friendster yang mencapai 50.000 fans lebih dan alhasil Rocket Rockers di undang ke gathering Friendster oleh David Jones (founder of Friendster) di Grand Indonesia bersama RAN, Ten 2 Five dll.
Setelah hampir 2 tahun materi album ke 3 yang bocor,lagu yang berjudul “Ingin Hilang Ingatan” menjadi top request di friendster dan radio-radio, bahkan di tv lokal sebelum waktunya keluar.
Juni 2008, single dari album ke 3 “Better Season” dilepas ke radio-radio dan langsung meduduki posisi 1 di Radio Ardan Bandung dan menjadi top reques di lagu-lagu lainnya. Video clip yang digarap untuk album “Better Season” adalah “Terobsesi” yang dibuat oleh M.Irsan dari:Grafitasi (yang juga kameramen dari Rocket Rockers). Konsep video clipnya adalah lebih ke reality show yang menampilkan artis-artis, musisi dan teman-teman yang memberi testimonia untuk Rocket Rockers. Musisi dan artis yang ikut andil adalah: Ian Antono, Aura Kasih, Ronal Disko, Sogi, Ence, Masayu Anastasia, Melanie Soebono. Piyu Padi, Tri Utami, Purwacaraka, Tria Changcutters, Bayu O.B, Ajeng “Be a man”, Ocha “Weekend Seru” dan beberapa teman juga alien.
Di tahun 2008 ini juga Rocket Rockers menjadi cover depan majalah RIPPLE, MOSH MAGAZINE, GREY MAGAZINE.
Akhir juli Rocket Rockers akhirnya mengeluarkan album ke 3-nya yang sudah lama tertunda di bawah naungan label sendiri: Reach & Rich Records. Penjualan awal masih menerapkan direct selling di setiap panggung Rocket Rockers. Bahkan dibeberapa kesempatan, personel Rocket Rockers melakukan penjualan hand to hand yang lumayan mendapat apresiasi bagus. Setelah program direct selling, rencananya penjualan album “Better Season” akan bekerja sama dengan clothing lokal yang membuatkan T-shirt Rocket Rockers untuk dijual bersama CD ke seluruh nusantara.
Video Clip “Terobsesi” dari album Better Season sudah tayang di MTV.
Single ke-2 “Ingin Hilang Ingatan” untuk pertama kalinya masuk, dalam jangka waktu beberapa minggu langsung menduduki posisi chart nomer 1 di Ardan Top Request Chart menggeser posisi lagu “Laskar Pelangi” dari Nidji dan band-band dan penyanyi-penyanyi kelas Nasional Indonesia.
Di tahun 2008 ini, walaupun merilis albumnya dengan records sendiri, Rocket Rockers berhasil mendapat panggung di layar kaca tv local dan nasional. Sebut saja “Dahsyat” RCTI, “Klik” dan “Planet Remaja” ANTV, “On The Spot” Trans7 dan beberapa acara tv lokal.
Intip Yuk Selengkapnya...rokert rokers band
Intip Yuk Selengkapnya...

Intip Yuk Selengkapnya...

Minggu, 17 Januari 2010

endank soekamti band

Endank Soekamti, 'Optimis' dan Tetap 'Easy Listening'

Kapanlagi.com - Endank Soekamti, grup band asal Yogyakarta mulai matang berkancah di blantika musik Indonesia. Setelah merilis album ketiganya pada 2007 lalu dengan judul SSSTTT!!!, grup band ini mulai kebanjiran tawaran pentas.


"Minggu lalu kami baru saja dari Banyuwangi," ujar Eric, sang vokalis, saat dijumpai Kapanlagi.com, Senin (5/4).


Jika ditilik dari lika-liku perjalanan karir grup band ini memang patut diberikan acungan jempol. Grup ini terbentuk awalnya dari keisengan Eric untuk memikat lawan jenis dengan nge-jam di sebuah event di malam pergantian tahun.


Apresiasi dari ratusan orang yang memadati Java café Yogya menggema setiap lagu selesai dimainkan. Grup ini mendapat respon baik dari teman-teman musisi. Dari situlah timbul nama 'nyleneh', Endank Soekamti.


"Walaupun terkesan asal-asalan, nama Endank Soekamti mengandung filosofi yin dan yang bagi mereka," kata Eric.


Filosofinya begini, nama grup itu sendiri adalah hasil comotan dari kata 'Endang' dan 'Soekamti'. 'Endang' adalah nama mantan pacar salah seorang personel grup itu, sedangkan 'Soekamti' adalah nama guru SMA dari salah satu personelnya.


Dengan tetap mempertahankan formasi bertiga, yakni Eric Soekamti (vokal/bas), Dory Soekamti (vokal/gitar) dan Ary Soekamti (drum/perkusi), tepat pada tanggal 1 Januari 2001 mereka meresmikan nama Endank Soekamti.


Selain itu, kreatifitas grup band ini tak perlu diragukan lagi. Seperti ide mereka untuk me-request lagu sendiri di sebuah stasiun radio di Yogyakarta.


Setelah mengirim demo lagu Tunggu Sebentar, hari-hari selanjutnya, tiga personel Endank Soekamti rajin me-request lagu mereka sendiri, namun dengan nama samaran, untuk diputar di acara musik G-Indie. Alasannya simpel, supaya lagu mereka cepat dikenal.


Kejadian tahun 2001 itu menurut mereka adalah strategi biar bisa dikenal orang. Meski begitu, cukup membuahkan hasil juga dan menjadi jalan untuk meluncurkan album perdana indie mereka, Kelas Satu, tahun 2003 lalu. Salah satu lagu dalam album itu, yakni Bau Mulut, menjadi andalannya yang dibuat klip.


Pertengahan tahun 2005 lalu, Endank Soekamti melempar album keduanya berjudul Pejantan Tambun yang sudah di bawah major label Warner Musik Indonesia.


Di album ketiga itu, grup ini akan mencoba untuk meng-aransemen lagu-lagunya dengan sound yang dijanjikan lebih spesifik, berikut coba berimprovisasi dengan chord-chord minor. Sehingga, akan lebih 'Endang Soekamti banget'.


Soekamti style, demikian mereka mengistilahkan aliran musik Endank Soekamti. Musik mereka berbasiskan rock, namun dimasukkan juga nuansa punk, metal, pop, hingga reggae di dalamnya. System of A Down, Metallica, No Doubt, Blink serta The Beatles adalah beberapa grup musik yang ikut mempengaruhi warna musik mereka.


Apa yang dirasakan akan mereka tulis menjadi lagu. Itu yang mendasari lagu-lagu Endank Soekamti. Karena itu, mereka memilih topik-topik sederhana namun jujur, yang beranjak dari pengalaman sehari-hari dan juga teman-teman mereka.


Di tahun 2007, mereka merilis album ketiga dengan judul SSSTTT!!!. Album yang penuh eksperimen direkam dan di-mixing sendiri di rumah dengan alat sederhana. Mereka menambah pendewasaan lagu tanpa mengurangi ciri khas mereka yang sedikit nakal. Sound yang dihasilkan pun bisa dipertanggungjawabkan.


"Sound di album ketigalah yang paling matang. Di album ketiga ini kami juga ingin membuktikan kami termasuk band yang survive dan exist," kata Ary.


Menurut Dory, musik yang dipersembahkan Endank Soekamti adalah musik 'easy listening', enak didengar. Musik adalah irama, seperti makanan bagi manusia. Karenanya, Endank Soekamti tidak ingin musik yang 'garing'. Ibarat obat, musik mereka berkewajiban menyemangati, mengajak optimistis dan bergembira 'Kamti's Family' (sebutan bagi fans Endank Soekamti).


"Kami menyayangkan bahwa lagu-lagu Indonesia yang sekarang ini kok banyak bernuansa sedih, kecewa, atau putus asa. Mellow-nya kebanyakan," ujar mereka.


Di luar kegiatan pentas, mereka kini juga punya kesibukan masing-masing seperti Eric yang konsern untuk membuat jingle-jingle yang dipasang di website. Bisa juga untuk mendapatkan uang. Dory juga masih mengurus studio Alamanda di daerah Gejayan Yogyakarta.


Sementara Ary memiliki kesibukan baru menjadi Ketua breeder anjing jeni Rodweler. Meski mereka punya kesibukan sampingan, namun tetap mengutamakan kekompakan.


Harapannya di masa yang akan datang bahwa Endank Soekamti akan menjadi band yang digandrungi anak-anak muda, bisa terkenal dan bisa main film. Lho, kok main film? Memang mau pindah jalur? Mudah-mudahan sukses terus ya. (kpl/tia/bun
Intip Yuk Selengkapnya...endank soekamti band

endank soekamti band

Endank Soekamti, 'Optimis' dan Tetap 'Easy Listening'

Kapanlagi.com - Endank Soekamti, grup band asal Yogyakarta mulai matang berkancah di blantika musik Indonesia. Setelah merilis album ketiganya pada 2007 lalu dengan judul SSSTTT!!!, grup band ini mulai kebanjiran tawaran pentas.


"Minggu lalu kami baru saja dari Banyuwangi," ujar Eric, sang vokalis, saat dijumpai Kapanlagi.com, Senin (5/4).


Jika ditilik dari lika-liku perjalanan karir grup band ini memang patut diberikan acungan jempol. Grup ini terbentuk awalnya dari keisengan Eric untuk memikat lawan jenis dengan nge-jam di sebuah event di malam pergantian tahun.


Apresiasi dari ratusan orang yang memadati Java café Yogya menggema setiap lagu selesai dimainkan. Grup ini mendapat respon baik dari teman-teman musisi. Dari situlah timbul nama 'nyleneh', Endank Soekamti.


"Walaupun terkesan asal-asalan, nama Endank Soekamti mengandung filosofi yin dan yang bagi mereka," kata Eric.


Filosofinya begini, nama grup itu sendiri adalah hasil comotan dari kata 'Endang' dan 'Soekamti'. 'Endang' adalah nama mantan pacar salah seorang personel grup itu, sedangkan 'Soekamti' adalah nama guru SMA dari salah satu personelnya.


Dengan tetap mempertahankan formasi bertiga, yakni Eric Soekamti (vokal/bas), Dory Soekamti (vokal/gitar) dan Ary Soekamti (drum/perkusi), tepat pada tanggal 1 Januari 2001 mereka meresmikan nama Endank Soekamti.


Selain itu, kreatifitas grup band ini tak perlu diragukan lagi. Seperti ide mereka untuk me-request lagu sendiri di sebuah stasiun radio di Yogyakarta.


Setelah mengirim demo lagu Tunggu Sebentar, hari-hari selanjutnya, tiga personel Endank Soekamti rajin me-request lagu mereka sendiri, namun dengan nama samaran, untuk diputar di acara musik G-Indie. Alasannya simpel, supaya lagu mereka cepat dikenal.


Kejadian tahun 2001 itu menurut mereka adalah strategi biar bisa dikenal orang. Meski begitu, cukup membuahkan hasil juga dan menjadi jalan untuk meluncurkan album perdana indie mereka, Kelas Satu, tahun 2003 lalu. Salah satu lagu dalam album itu, yakni Bau Mulut, menjadi andalannya yang dibuat klip.


Pertengahan tahun 2005 lalu, Endank Soekamti melempar album keduanya berjudul Pejantan Tambun yang sudah di bawah major label Warner Musik Indonesia.


Di album ketiga itu, grup ini akan mencoba untuk meng-aransemen lagu-lagunya dengan sound yang dijanjikan lebih spesifik, berikut coba berimprovisasi dengan chord-chord minor. Sehingga, akan lebih 'Endang Soekamti banget'.


Soekamti style, demikian mereka mengistilahkan aliran musik Endank Soekamti. Musik mereka berbasiskan rock, namun dimasukkan juga nuansa punk, metal, pop, hingga reggae di dalamnya. System of A Down, Metallica, No Doubt, Blink serta The Beatles adalah beberapa grup musik yang ikut mempengaruhi warna musik mereka.


Apa yang dirasakan akan mereka tulis menjadi lagu. Itu yang mendasari lagu-lagu Endank Soekamti. Karena itu, mereka memilih topik-topik sederhana namun jujur, yang beranjak dari pengalaman sehari-hari dan juga teman-teman mereka.


Di tahun 2007, mereka merilis album ketiga dengan judul SSSTTT!!!. Album yang penuh eksperimen direkam dan di-mixing sendiri di rumah dengan alat sederhana. Mereka menambah pendewasaan lagu tanpa mengurangi ciri khas mereka yang sedikit nakal. Sound yang dihasilkan pun bisa dipertanggungjawabkan.


"Sound di album ketigalah yang paling matang. Di album ketiga ini kami juga ingin membuktikan kami termasuk band yang survive dan exist," kata Ary.


Menurut Dory, musik yang dipersembahkan Endank Soekamti adalah musik 'easy listening', enak didengar. Musik adalah irama, seperti makanan bagi manusia. Karenanya, Endank Soekamti tidak ingin musik yang 'garing'. Ibarat obat, musik mereka berkewajiban menyemangati, mengajak optimistis dan bergembira 'Kamti's Family' (sebutan bagi fans Endank Soekamti).


"Kami menyayangkan bahwa lagu-lagu Indonesia yang sekarang ini kok banyak bernuansa sedih, kecewa, atau putus asa. Mellow-nya kebanyakan," ujar mereka.


Di luar kegiatan pentas, mereka kini juga punya kesibukan masing-masing seperti Eric yang konsern untuk membuat jingle-jingle yang dipasang di website. Bisa juga untuk mendapatkan uang. Dory juga masih mengurus studio Alamanda di daerah Gejayan Yogyakarta.


Sementara Ary memiliki kesibukan baru menjadi Ketua breeder anjing jeni Rodweler. Meski mereka punya kesibukan sampingan, namun tetap mengutamakan kekompakan.


Harapannya di masa yang akan datang bahwa Endank Soekamti akan menjadi band yang digandrungi anak-anak muda, bisa terkenal dan bisa main film. Lho, kok main film? Memang mau pindah jalur? Mudah-mudahan sukses terus ya. (kpl/tia/bun
Intip Yuk Selengkapnya...endank soekamti band

Jumat, 15 Januari 2010

Intip Yuk Selengkapnya...

Intip Yuk Selengkapnya...

mxpx band

Band Punk MXPX, 13 Januari 2008 Konser di Jakarta


RASANYA tahun 2008 nanti, bakal jadi tahun yang 'meledak-ledak' di dunia musik. Pasalnya, sederetan band-band metal, punk, heavy metal dan sejenisnya bakal menyambangi Indonesia untuk menggelar konser. Hal ini tentu menyenangkan untuk scene musik di Indonesia.

Salah satu yang sudah dipastikan bakal menggelar konser di Indonesia adalah band punk bernama MxPX. Band ini bakal menggelar konsernya di Hall Basket Senayan, Minggu 13 Januari 2008 mendatang dalam rangkaian turnya yang diberi titel 'SECRET WEAPON TOUR 2008'.

LianMIPRO yang mendatangkan band Amerika Serikat ini mematok harga tiket Pre Sale : Rp 100.000,- dan D-Day : Rp 150.000,-. Konsernya sendiri bakal digelar mulai pukul 16.) WIB sampai selesai.

Ngomong-ngomong, siapa MxPX ini? Ada yang mengatakan band ini adalah punk-christian. Tapi seperti yang mereka katakan, "We're not a Christian band, but we're Christians in a band".


Awal Mula Berdiri
MxPx sudah menjadi inspirasi (thought provoking) bagi banyak orang terutama kawula muda yang gemar aliran punk. Band yang sudah menghasilkan 12 Album dalam 9 tahun ini dibentuk tahun 1993 di Bremerton, Washington oleh tiga orang punkers, Mike Herrera (vokal/bass), Yuri Ruley (drum) dan Andy (gitaris pertama MxPx) yang waktu itu masih SMU.

Kesukaan Andy pada kaus bermotif kotak-kotak menjadi inspirasi nama band mereka, Magnified Plaid - sebenarnya mereka pun tidak menyukai nama ini hingga mereka singkat menjadi M.P. Tapi di tangan Yuri yang juga menjabat sebagai disainer dari poster/flyer konser awal mereka, nama ini berubah jadi MxPx yang bertahan sampai sekarang.

Waktu anak muda seusia mereka baru punya SIM, mereka sudah merilis debut album mereka, 'Pokinatcha' di bawah Tooth and Nail Records (disingkat T&N Records), yang dengan cepat menjadi album best-seller Tooth and Nail tahun 1995. Tapi setelah debut album mereka keluar, karena beberapa hal, posisi Andy digantikan oleh Tom Wisniewski. Formasi Tom dan Yuri ternyata klop banget dalam bermusik-mungkin salah satu alasannya karena Tom sempat menjadi drummer selama setahun, dalam band lain.

Lewat 'Pokinatcha', MxPx menjadi terkenal di komunitas skate/surf dan punk underground yang dengan cepat diikuti oleh 'Teenage Politics' dengan hit single-nya "Teenage Politics". Tidak lama kemudian mereka diwisuda (SMU) dan hanya 2 hari setelahnya MxPx, pergi tur keliling AS pertama.

Jalan menuju sukses di pasar sekuler sebenarnya terbuka ketika album ke-5 'Life In General' dirilis tahun 1996, ketika label sekuler A&M Records tertarik dan kemudian bekerjasama dengan Tooth and Nail Records merilis ulang album tersebut. Album ini menghasilkan klip "Chick Magnet" yang sering diputar di MTV dan membawa MxPx tur dengan band-band seperti Rancid, Bad Religion dan NOFX.

Bahkan album ini juga dirilis oleh label Indonesia, jadi kalo kamu jeli mungkin bisa cari di toko-toko kaset sekuler. Kenyataannya, hampir semua album mereka sudah beredar secara underground (penjual kaset di pinggir jalan) di Indonesia. Kini, di album ke-12 dan terbaru, 'Before Everything and After', MxPx bergabung sepenuhnya dengan A&M Records. Dengan dukungan dana dan promosi yang kuat dari label besar ini, kita berharap mereka bisa tampil mencapai prestasi puncak di dunia musik sekuler.

'Before Everything and After' ditangani oleh produser Dave Jerden (Jane's Addiction, Alice In Chains, Offspring) dan dimixing oleh duo Tom Lord-Chris Lord Aige. Kali ini MxPx menunjukkan mereka bisa jadi benar-benar pop. Nama-nama seperti Benji Madden dari Good Charlotte, Jordan pundik dari New Found Glory, dan Kris Roe dari The Ataris juga ikut menyumbangkan suaranya di beberapa lagu.

Bila dibandingkan dengan Band Punk tersohor seperti Green Day, musik punk MxPx bisa dibilang masih pure (murni). Hentakan musik punknya lebih kasar, loud dan cepat. Kalau kamu doyan teriak-teriak dengan tempo cepat, nggak ada salahnya punya kaset MxPx. Selain liriknya membumi, musiknya juga banyak yang enak didengar. Jangan salah, ada juga loh lagu mereka yang nge-punk tapi melodinya slow
Intip Yuk Selengkapnya...mxpx band

mxpx band

Band Punk MXPX, 13 Januari 2008 Konser di Jakarta


RASANYA tahun 2008 nanti, bakal jadi tahun yang 'meledak-ledak' di dunia musik. Pasalnya, sederetan band-band metal, punk, heavy metal dan sejenisnya bakal menyambangi Indonesia untuk menggelar konser. Hal ini tentu menyenangkan untuk scene musik di Indonesia.

Salah satu yang sudah dipastikan bakal menggelar konser di Indonesia adalah band punk bernama MxPX. Band ini bakal menggelar konsernya di Hall Basket Senayan, Minggu 13 Januari 2008 mendatang dalam rangkaian turnya yang diberi titel 'SECRET WEAPON TOUR 2008'.

LianMIPRO yang mendatangkan band Amerika Serikat ini mematok harga tiket Pre Sale : Rp 100.000,- dan D-Day : Rp 150.000,-. Konsernya sendiri bakal digelar mulai pukul 16.) WIB sampai selesai.

Ngomong-ngomong, siapa MxPX ini? Ada yang mengatakan band ini adalah punk-christian. Tapi seperti yang mereka katakan, "We're not a Christian band, but we're Christians in a band".


Awal Mula Berdiri
MxPx sudah menjadi inspirasi (thought provoking) bagi banyak orang terutama kawula muda yang gemar aliran punk. Band yang sudah menghasilkan 12 Album dalam 9 tahun ini dibentuk tahun 1993 di Bremerton, Washington oleh tiga orang punkers, Mike Herrera (vokal/bass), Yuri Ruley (drum) dan Andy (gitaris pertama MxPx) yang waktu itu masih SMU.

Kesukaan Andy pada kaus bermotif kotak-kotak menjadi inspirasi nama band mereka, Magnified Plaid - sebenarnya mereka pun tidak menyukai nama ini hingga mereka singkat menjadi M.P. Tapi di tangan Yuri yang juga menjabat sebagai disainer dari poster/flyer konser awal mereka, nama ini berubah jadi MxPx yang bertahan sampai sekarang.

Waktu anak muda seusia mereka baru punya SIM, mereka sudah merilis debut album mereka, 'Pokinatcha' di bawah Tooth and Nail Records (disingkat T&N Records), yang dengan cepat menjadi album best-seller Tooth and Nail tahun 1995. Tapi setelah debut album mereka keluar, karena beberapa hal, posisi Andy digantikan oleh Tom Wisniewski. Formasi Tom dan Yuri ternyata klop banget dalam bermusik-mungkin salah satu alasannya karena Tom sempat menjadi drummer selama setahun, dalam band lain.

Lewat 'Pokinatcha', MxPx menjadi terkenal di komunitas skate/surf dan punk underground yang dengan cepat diikuti oleh 'Teenage Politics' dengan hit single-nya "Teenage Politics". Tidak lama kemudian mereka diwisuda (SMU) dan hanya 2 hari setelahnya MxPx, pergi tur keliling AS pertama.

Jalan menuju sukses di pasar sekuler sebenarnya terbuka ketika album ke-5 'Life In General' dirilis tahun 1996, ketika label sekuler A&M Records tertarik dan kemudian bekerjasama dengan Tooth and Nail Records merilis ulang album tersebut. Album ini menghasilkan klip "Chick Magnet" yang sering diputar di MTV dan membawa MxPx tur dengan band-band seperti Rancid, Bad Religion dan NOFX.

Bahkan album ini juga dirilis oleh label Indonesia, jadi kalo kamu jeli mungkin bisa cari di toko-toko kaset sekuler. Kenyataannya, hampir semua album mereka sudah beredar secara underground (penjual kaset di pinggir jalan) di Indonesia. Kini, di album ke-12 dan terbaru, 'Before Everything and After', MxPx bergabung sepenuhnya dengan A&M Records. Dengan dukungan dana dan promosi yang kuat dari label besar ini, kita berharap mereka bisa tampil mencapai prestasi puncak di dunia musik sekuler.

'Before Everything and After' ditangani oleh produser Dave Jerden (Jane's Addiction, Alice In Chains, Offspring) dan dimixing oleh duo Tom Lord-Chris Lord Aige. Kali ini MxPx menunjukkan mereka bisa jadi benar-benar pop. Nama-nama seperti Benji Madden dari Good Charlotte, Jordan pundik dari New Found Glory, dan Kris Roe dari The Ataris juga ikut menyumbangkan suaranya di beberapa lagu.

Bila dibandingkan dengan Band Punk tersohor seperti Green Day, musik punk MxPx bisa dibilang masih pure (murni). Hentakan musik punknya lebih kasar, loud dan cepat. Kalau kamu doyan teriak-teriak dengan tempo cepat, nggak ada salahnya punya kaset MxPx. Selain liriknya membumi, musiknya juga banyak yang enak didengar. Jangan salah, ada juga loh lagu mereka yang nge-punk tapi melodinya slow
Intip Yuk Selengkapnya...mxpx band
Intip Yuk Selengkapnya...

blink 182

BLINK 182



===> PERSONIL <===

Mark
Full name: Markus Allen Hoppus
Wife: Skye Hoppus (a.k.a. Skye Everly)
Children: 1 boy Jack Hoppus
Pets: 3 dogs Atticus, Cheesburger, and Ahi
Current residence: Encinitas, California
Birthday: March 15th/1972
Bands that he is in (or was in): Blink 182, Plus 44
Fact about him: His role model is Homer Simpson

Tom
Full name: Thomas Matthew DeLonge
Wife: Jennifer DeLonge (a.k.a. Jen Jenkins)
Children: 1 girl Ava Elizabeth DeLonge (born on July 15th/2002
Pets: German Shepherd named Grey
Current residence: Encinitas, California
Birthday: December 13th/1975
Bands that he is in (or was in): Blink 182, Box Car Racer, Angels & Airwaves
Hometown: Poway, California
Fact about him: When he was 15 years old, he got suspended from school for getting drunk at a basketball game.

Travis
Full name: Travis Landon Barker
Fiancee: Shanna (former miss USA)
Children: 1 boy Landon Barker and 1 girl
Current residence: San Diego, California
Birthday: November 14th/1975
Bands that he is in (or was in): Blink 182, Box Car Racer, Plus 44
Fact about him: He broke his foot a couple of weeks before the Australian tour, which forced Blink 182 to cancel a few of their shows on the tour.


===> AWAL TERBENTUK <===

Blink 182 terbentuk tahun 1992 di Poway, California. Saat itu, Mark Hoppus baru aja dapat bas baru dari bokapnya karena bantuin ngecat rumah. Kemudian dengan perantara kakaknya Mark berkenalan dengan Tom DeLonge. Saking pengennya meng-impress Tom, Mark bela-belain lompat dari atap rumah sampe kakinya patah.

Mereka lalu mulai bikin-bikin lagu, tapi mereka baru sadar kalo butuh drumer. Maka bergabunglah Scott Raynor (asal usul dia kurang jelas, kadang datang tak diundang – pulang tak diantar..), dinamailah BLINK. Saat itu, Tom baru 16 tahun, Mark 19 tahun dan Scott 17 tahun. Rekaman mereka yang pertama, FLYSWATTER, kualitasnya ancur banget, karena direkam di kamar Tom cuma make tape-recorder (gaya-gaya wartawan githu). Album ini berisi 4 lagu dan hanya terdapat sekitar 50 copy saja yang kemudian diberikan kepada teman, pacar, kenalan, family dan keluarga tercinta.

Berkat perjuangan dan doa orang tua, akhirnya mereka mulai terkenal dan lagu-lagu mereka mulai dilirik label-label underground. Pada awalnya, band mereka make nama Blink. Berhubung juga ada band techno asal Irlandia yang juga make nama Blink, jadi mereka tambahin angka 182 dibelakangnya, BLINK 182. Why 182? Why…? Tanya, Kenapa? Fans bilang 182 adalah 182 kali umpetan F*** yang diucapkan Tony Montana di Scarface, tapi Mark bilang 182 cuma random number that sounds cool.

Pada tahun 1993 dengan Filter Record mereka merilis demo yang berjudul BUDDHA sebanyak 1000 copy. Di awal tahun 1994, Blink 182 menandatangani kontrak dengan Cargo Records. Mereka merekam debut album penuhnya, CHESHIRE CAT dalam tiga hari. Beberapa isi albumnya merupakan versi baru lagu Strings dan Carousel yang terdapat dalam album demo Buddha.

Tahun 1996 Blink 182 menandatangani kontrak dengan MCA yang kemudian berubah nama menjadi Geffen Records. Setelah pindah ke Encinitas, California, mereka merekam album DUDE RANCH pada 1996 dengan diproduseri Mark Trombino, yang dirilis setahun kemudian. Album ini terbilang sukses karena terjual sebanyak 4 juta copy di seluruh dunia. Single mereka Dammit berjaya di US modern rock charts.

Tur resmi pertama mereka dihiasi dengan kejadian ga enak. Scott Raynor dikeluarin dari band karena drugs and alcohol habit-nya yang udah parah (taukan lagu Man Overboard, nah ntuh sebenernya alasan kenapa mereka nge-kick Scott). Ketika mulai kebingungan mencari penggantinya Scoot, kebetulan saat itu Blink 182 tur dengan band pembuka namanya THE AQUABATS. Mungkin emang udah jodoh, tau Blink lagi ga punya drumer, dengan cuek bebek dan wajah sok-sok imut si drumer Aquabats PD aja nawarin diri ngisi posisinya Scott. Tau Siapa Dia…? Drumer itu, tak lain dan tak bukan adalah Travis Barker.

Mungkin seperti ini dialognya…..

Trav : Hai Fren katanya lagi nyari drumer yah?

Tom : Iya neh si Scott payah tepar mulu. Emang loe bisa?

Trav : Hayah!!! Jangankan lagu Blink, lagu engkongnya Blink juga gw bisa. Sekalian aja sini lagu Blink gw mainin ama tanjidor (Lom tau neh bocah ma gw — maki Travis dalam hati)

Tom : Cape deh landak!!! Tapi gaya loe boleh juga tonk. Coba deh loe mainin lagu kita

Trav : No Problemo Bro, sapa takut!

Lalu dia dengerin lagu mereka, dan bukan sulap bukan sihir hanya dalam tempo 30 menit si BONES udah bisa maenin semua lagunya Blink…Benar-benar jenius, ga ada matee nya!!!!!

Awalnya si Travis cuma sebagai aditional player. Mungkin karena takut ama tatoo dan model rambutnya si The Baron Von Tito, akhirnya Tom dan Mark resmi mengangkat Travis sebagai Drumer Blink 182. [The Baron Von Tito adalah nama panggung Travis di The Aquabats]


===> MASA JAYA BLINK 182 <===

Pada 1999, dalam proses pembuatan album ENEMA OF STATE, Blink 182 mempekerjakan Jerry Finn sebagai produser. Album ini membawa Blink 182 ke dunia mainstream dengan hit single Whats My Age Again, All The Small Things dan Adams Song yang sering diputar di radio dan ditayangkan di MTV. Penjualannya mencapai 10 juta copy di seluruh dunia dan menjadi best selling album saat itu.Di tahun 2000 Blink 182 merilis album live berjudul THE MARK, TOM AND TRAVIS SHOW : THE ENEMA STRIKES BACK dengan isi materi dari tiga album sebelumnya dan tambahan lagu studio Man Overboard. Blink 182 melanjutkan kesuksesannya dengan merilis album TAKE OFF YOUR PANTS AND JACKET di tahun 2001. Album ini benar-benar sukzes,,zes,zeessss kaya kacang garing yang enak,gurih dan juga nikmat. Kalian pasti udah pada taukan lagu-lagunya, jadi ga perlu dikasih tau lagi.

Setelah menghabiskan waktu ditahun 2002, rekaman untuk album selanjutnya dimulai pada 18 Nopember 2003 dan menghasilkan hit single Feeling This, I Miss You, Down dan Im Lost Without You. Barker mengatakan Blink 182 sengaja membiarkan albumnya tanpa judul (beda dengan self-titled) untuk mewakili Blink 182 yang baru.

===> KERETAKAN DI TUBUH BLINK 182 <===


Karena nama mereka udah terkenal, mereka mulai merambah bisnis laen, untungnya bukan seperti artis-artis indonesia yang make aji mumpung nyoba nyanyi ato maen sinetron. Tom dan Mark bikin label clothing ATTICUS dan MACBETH, Travis join ama temennya bikin label FAMOUS STARS AND STRIPES. Mareka juga udah mulai bikin band sampingan. Mulai dari sini masalah mulai timbul. Tom bikin band bareng Travis yang namanya BOX CAR RACER dan sukses ngluarin satu album dengan single I Feel So. Akhirnya Mark mulai ngambek, seperti yang dikutip majalah Kerrang!, BETRAYED katanya…Dia ngerasa ga diajak (ya iyalah, kalo dia diajak sama aja namanya blink 182!). Tapi yang jelas, dia marah dan mulai adu mulut. Tapi masih bisa diredamlah ampe akhirnya…

Di pertengahan Februari 2005, Blink 182 membatalkan performnya di Music For Reliefs Concert For South Asia, yang kemudian pada tanggal 22 Februari 2005 diumumkan bahwap embatalan tersebut dikarenakan Blink 182 akan vakum untuk sementara waktu. Geffen Records merilis GREATEST HITS pada 1 Nopember 2005 di US, di dalamnya termasuk unreleased track Another Girl Another Planet (sebuah cover song dari The Only Ones) dan bonus track Not Now. Banyak yang bilang kalo lagu Not Now itu lagu blink yang terbaru. Tapi itu Bulls**t! Asal tau aja, lagu Not Now itu udah direkam di album Blink 182 khusus untuk daerah UK! (Jangan-jangan kalian juga ga tau ama UK…) Coba kalian cari cd DRAGGING THE LAKE PART 3 keluaran tahun 2004 ada kok lagu Not Now. Kalo masih ga percaya, beli aja sendiri!!!!

Kabarnya tanggal 22 Februari 2005, Blink 182 resmi bubar. Tapi Who Know?? Pemicunya masalah lama antara Tom ama Mark tentang Box Car Racer, dan keinginan Tom buat lebih fokus sama keluarga. Tanggal 23 Mei 2006, Tom mengumumkan band barunya ANGEL AND AIRWAVES yang kemudian merilis album WE DONT NEED TO WHISPER. Ga mau kalah, Mark dan Travis juga bikin band +44 yang kemudian merilis album WHEN YOUR HEART STOPS BEATING pada 14 Nopember 2006.

===> BLINK 182 IS BACK <===

Hi, We are Blink-182. To put it simply, we’re back. We mean, really back. Picking up where we left off and then some. In the studio writing and recording new album. Preparing to tour the world yet again. Thanks and get ready…
Blink-182
—

Pernyataan tersebut yang membuat fans terkejut tetapi seneng, karena banyak fans Blink-182 yang sudah menunggu trio tersebut bersatu lagi. Tom DeLonge (gitaris, vokalis), Mark Hoppus (basis, vokalis), dan Travis Barker (drummer) siap menggebrak dengan lagu-lagunya yang konyol, bandel, dan energik.

Grammy Award 2009 yang diadakan di Staples Center, Los Angeles, Amerika Serikat, jadi momen penting. Blink-182 memberikan komentar resmi bahwa mereka telah bersatu lagi. Setelah sebelumnya mengatakan bubar dan serius dengan proyek masing-masing, band itu terakhir terlihat bersama pada 2005.

Meski hanya membacakan nominasi dan pemenang Grammy, melihat mereka bertiga bersama sudah membuat fans gembira. Apalagi, Barker memberikan basa-basi di awal pembacaan nominasi. “Kami pernah main musik bersama dan kami putuskan untuk main musik bersama lagi,” ujarnya disambut tepuk tangan penonton.

Rencananya, Blink-182 akan tur di musim panas ini. Namun, belum ada pernyataan resmi untuk tanggal pastinya. Menurut prediksi, mereka mengadakan tur lebih dahulu sebelum me-launching album keenam. Band punk yang melejit lewat All The Small Things itu tak banyak memberikan bocoran. Yang jelas, musiknya takkan banyak berubah. Tetap kental dengan gebukan agresif dan lirik lugas.

Untuk materi, DeLonge menegaskan satu hal. Blink-182 tidak akan memainkan lagu-lagu pop omong kosong. Blink-182 akan tetap menjadi Blink 182. “Masing-masing dari kami membawa sesuatu yang unik dan spesial untuk tiap-tiap lagu. Tubrukan dari warna kami itulah yang menjadi elemen musik Blink yang khas,” ujar DeLonge.

Bisa dibilang, reuni ikon melodic punk itu adalah berkah musibah Travis Barker. Pada September 2008, drummer nyentrik tersebut mengalami luka parah akibat kecelakaan pesawat. Mendengar nyawa kawannya hampir melayang, DeLonge dan Hoppus tentu tak tinggal diam.

Awalnya, mereka hanya berkomunikasi lewat telepon. Beberapa minggu kemudian, baru mereka hang-out bareng. Mereka bertiga menikmati pertemuan itu dan membicarakan hal-hal positif. “Sangat menyenangkan, kami kembali menjalin persahabatan setelah selama empat tahun nggak saling bicara,” katanya.

Awalnya, DeLonge mengelak pertemuan itu menjadi indikasi kembalinya Blink-182. Meski kemungkinan tersebut terbuka lebar, DeLonge tak mau memberikan pernyataan. Namun, kini semua rumor itu benar. Doa fans Blink-182 yang berduka terjawab sudah. Tak lama lagi, kita akan kembali mendengarkan hit-hitsnya.
Intip Yuk Selengkapnya...blink 182

blink 182

BLINK 182



===> PERSONIL <===

Mark
Full name: Markus Allen Hoppus
Wife: Skye Hoppus (a.k.a. Skye Everly)
Children: 1 boy Jack Hoppus
Pets: 3 dogs Atticus, Cheesburger, and Ahi
Current residence: Encinitas, California
Birthday: March 15th/1972
Bands that he is in (or was in): Blink 182, Plus 44
Fact about him: His role model is Homer Simpson

Tom
Full name: Thomas Matthew DeLonge
Wife: Jennifer DeLonge (a.k.a. Jen Jenkins)
Children: 1 girl Ava Elizabeth DeLonge (born on July 15th/2002
Pets: German Shepherd named Grey
Current residence: Encinitas, California
Birthday: December 13th/1975
Bands that he is in (or was in): Blink 182, Box Car Racer, Angels & Airwaves
Hometown: Poway, California
Fact about him: When he was 15 years old, he got suspended from school for getting drunk at a basketball game.

Travis
Full name: Travis Landon Barker
Fiancee: Shanna (former miss USA)
Children: 1 boy Landon Barker and 1 girl
Current residence: San Diego, California
Birthday: November 14th/1975
Bands that he is in (or was in): Blink 182, Box Car Racer, Plus 44
Fact about him: He broke his foot a couple of weeks before the Australian tour, which forced Blink 182 to cancel a few of their shows on the tour.


===> AWAL TERBENTUK <===

Blink 182 terbentuk tahun 1992 di Poway, California. Saat itu, Mark Hoppus baru aja dapat bas baru dari bokapnya karena bantuin ngecat rumah. Kemudian dengan perantara kakaknya Mark berkenalan dengan Tom DeLonge. Saking pengennya meng-impress Tom, Mark bela-belain lompat dari atap rumah sampe kakinya patah.

Mereka lalu mulai bikin-bikin lagu, tapi mereka baru sadar kalo butuh drumer. Maka bergabunglah Scott Raynor (asal usul dia kurang jelas, kadang datang tak diundang – pulang tak diantar..), dinamailah BLINK. Saat itu, Tom baru 16 tahun, Mark 19 tahun dan Scott 17 tahun. Rekaman mereka yang pertama, FLYSWATTER, kualitasnya ancur banget, karena direkam di kamar Tom cuma make tape-recorder (gaya-gaya wartawan githu). Album ini berisi 4 lagu dan hanya terdapat sekitar 50 copy saja yang kemudian diberikan kepada teman, pacar, kenalan, family dan keluarga tercinta.

Berkat perjuangan dan doa orang tua, akhirnya mereka mulai terkenal dan lagu-lagu mereka mulai dilirik label-label underground. Pada awalnya, band mereka make nama Blink. Berhubung juga ada band techno asal Irlandia yang juga make nama Blink, jadi mereka tambahin angka 182 dibelakangnya, BLINK 182. Why 182? Why…? Tanya, Kenapa? Fans bilang 182 adalah 182 kali umpetan F*** yang diucapkan Tony Montana di Scarface, tapi Mark bilang 182 cuma random number that sounds cool.

Pada tahun 1993 dengan Filter Record mereka merilis demo yang berjudul BUDDHA sebanyak 1000 copy. Di awal tahun 1994, Blink 182 menandatangani kontrak dengan Cargo Records. Mereka merekam debut album penuhnya, CHESHIRE CAT dalam tiga hari. Beberapa isi albumnya merupakan versi baru lagu Strings dan Carousel yang terdapat dalam album demo Buddha.

Tahun 1996 Blink 182 menandatangani kontrak dengan MCA yang kemudian berubah nama menjadi Geffen Records. Setelah pindah ke Encinitas, California, mereka merekam album DUDE RANCH pada 1996 dengan diproduseri Mark Trombino, yang dirilis setahun kemudian. Album ini terbilang sukses karena terjual sebanyak 4 juta copy di seluruh dunia. Single mereka Dammit berjaya di US modern rock charts.

Tur resmi pertama mereka dihiasi dengan kejadian ga enak. Scott Raynor dikeluarin dari band karena drugs and alcohol habit-nya yang udah parah (taukan lagu Man Overboard, nah ntuh sebenernya alasan kenapa mereka nge-kick Scott). Ketika mulai kebingungan mencari penggantinya Scoot, kebetulan saat itu Blink 182 tur dengan band pembuka namanya THE AQUABATS. Mungkin emang udah jodoh, tau Blink lagi ga punya drumer, dengan cuek bebek dan wajah sok-sok imut si drumer Aquabats PD aja nawarin diri ngisi posisinya Scott. Tau Siapa Dia…? Drumer itu, tak lain dan tak bukan adalah Travis Barker.

Mungkin seperti ini dialognya…..

Trav : Hai Fren katanya lagi nyari drumer yah?

Tom : Iya neh si Scott payah tepar mulu. Emang loe bisa?

Trav : Hayah!!! Jangankan lagu Blink, lagu engkongnya Blink juga gw bisa. Sekalian aja sini lagu Blink gw mainin ama tanjidor (Lom tau neh bocah ma gw — maki Travis dalam hati)

Tom : Cape deh landak!!! Tapi gaya loe boleh juga tonk. Coba deh loe mainin lagu kita

Trav : No Problemo Bro, sapa takut!

Lalu dia dengerin lagu mereka, dan bukan sulap bukan sihir hanya dalam tempo 30 menit si BONES udah bisa maenin semua lagunya Blink…Benar-benar jenius, ga ada matee nya!!!!!

Awalnya si Travis cuma sebagai aditional player. Mungkin karena takut ama tatoo dan model rambutnya si The Baron Von Tito, akhirnya Tom dan Mark resmi mengangkat Travis sebagai Drumer Blink 182. [The Baron Von Tito adalah nama panggung Travis di The Aquabats]


===> MASA JAYA BLINK 182 <===

Pada 1999, dalam proses pembuatan album ENEMA OF STATE, Blink 182 mempekerjakan Jerry Finn sebagai produser. Album ini membawa Blink 182 ke dunia mainstream dengan hit single Whats My Age Again, All The Small Things dan Adams Song yang sering diputar di radio dan ditayangkan di MTV. Penjualannya mencapai 10 juta copy di seluruh dunia dan menjadi best selling album saat itu.Di tahun 2000 Blink 182 merilis album live berjudul THE MARK, TOM AND TRAVIS SHOW : THE ENEMA STRIKES BACK dengan isi materi dari tiga album sebelumnya dan tambahan lagu studio Man Overboard. Blink 182 melanjutkan kesuksesannya dengan merilis album TAKE OFF YOUR PANTS AND JACKET di tahun 2001. Album ini benar-benar sukzes,,zes,zeessss kaya kacang garing yang enak,gurih dan juga nikmat. Kalian pasti udah pada taukan lagu-lagunya, jadi ga perlu dikasih tau lagi.

Setelah menghabiskan waktu ditahun 2002, rekaman untuk album selanjutnya dimulai pada 18 Nopember 2003 dan menghasilkan hit single Feeling This, I Miss You, Down dan Im Lost Without You. Barker mengatakan Blink 182 sengaja membiarkan albumnya tanpa judul (beda dengan self-titled) untuk mewakili Blink 182 yang baru.

===> KERETAKAN DI TUBUH BLINK 182 <===


Karena nama mereka udah terkenal, mereka mulai merambah bisnis laen, untungnya bukan seperti artis-artis indonesia yang make aji mumpung nyoba nyanyi ato maen sinetron. Tom dan Mark bikin label clothing ATTICUS dan MACBETH, Travis join ama temennya bikin label FAMOUS STARS AND STRIPES. Mareka juga udah mulai bikin band sampingan. Mulai dari sini masalah mulai timbul. Tom bikin band bareng Travis yang namanya BOX CAR RACER dan sukses ngluarin satu album dengan single I Feel So. Akhirnya Mark mulai ngambek, seperti yang dikutip majalah Kerrang!, BETRAYED katanya…Dia ngerasa ga diajak (ya iyalah, kalo dia diajak sama aja namanya blink 182!). Tapi yang jelas, dia marah dan mulai adu mulut. Tapi masih bisa diredamlah ampe akhirnya…

Di pertengahan Februari 2005, Blink 182 membatalkan performnya di Music For Reliefs Concert For South Asia, yang kemudian pada tanggal 22 Februari 2005 diumumkan bahwap embatalan tersebut dikarenakan Blink 182 akan vakum untuk sementara waktu. Geffen Records merilis GREATEST HITS pada 1 Nopember 2005 di US, di dalamnya termasuk unreleased track Another Girl Another Planet (sebuah cover song dari The Only Ones) dan bonus track Not Now. Banyak yang bilang kalo lagu Not Now itu lagu blink yang terbaru. Tapi itu Bulls**t! Asal tau aja, lagu Not Now itu udah direkam di album Blink 182 khusus untuk daerah UK! (Jangan-jangan kalian juga ga tau ama UK…) Coba kalian cari cd DRAGGING THE LAKE PART 3 keluaran tahun 2004 ada kok lagu Not Now. Kalo masih ga percaya, beli aja sendiri!!!!

Kabarnya tanggal 22 Februari 2005, Blink 182 resmi bubar. Tapi Who Know?? Pemicunya masalah lama antara Tom ama Mark tentang Box Car Racer, dan keinginan Tom buat lebih fokus sama keluarga. Tanggal 23 Mei 2006, Tom mengumumkan band barunya ANGEL AND AIRWAVES yang kemudian merilis album WE DONT NEED TO WHISPER. Ga mau kalah, Mark dan Travis juga bikin band +44 yang kemudian merilis album WHEN YOUR HEART STOPS BEATING pada 14 Nopember 2006.

===> BLINK 182 IS BACK <===

Hi, We are Blink-182. To put it simply, we’re back. We mean, really back. Picking up where we left off and then some. In the studio writing and recording new album. Preparing to tour the world yet again. Thanks and get ready…
Blink-182
—

Pernyataan tersebut yang membuat fans terkejut tetapi seneng, karena banyak fans Blink-182 yang sudah menunggu trio tersebut bersatu lagi. Tom DeLonge (gitaris, vokalis), Mark Hoppus (basis, vokalis), dan Travis Barker (drummer) siap menggebrak dengan lagu-lagunya yang konyol, bandel, dan energik.

Grammy Award 2009 yang diadakan di Staples Center, Los Angeles, Amerika Serikat, jadi momen penting. Blink-182 memberikan komentar resmi bahwa mereka telah bersatu lagi. Setelah sebelumnya mengatakan bubar dan serius dengan proyek masing-masing, band itu terakhir terlihat bersama pada 2005.

Meski hanya membacakan nominasi dan pemenang Grammy, melihat mereka bertiga bersama sudah membuat fans gembira. Apalagi, Barker memberikan basa-basi di awal pembacaan nominasi. “Kami pernah main musik bersama dan kami putuskan untuk main musik bersama lagi,” ujarnya disambut tepuk tangan penonton.

Rencananya, Blink-182 akan tur di musim panas ini. Namun, belum ada pernyataan resmi untuk tanggal pastinya. Menurut prediksi, mereka mengadakan tur lebih dahulu sebelum me-launching album keenam. Band punk yang melejit lewat All The Small Things itu tak banyak memberikan bocoran. Yang jelas, musiknya takkan banyak berubah. Tetap kental dengan gebukan agresif dan lirik lugas.

Untuk materi, DeLonge menegaskan satu hal. Blink-182 tidak akan memainkan lagu-lagu pop omong kosong. Blink-182 akan tetap menjadi Blink 182. “Masing-masing dari kami membawa sesuatu yang unik dan spesial untuk tiap-tiap lagu. Tubrukan dari warna kami itulah yang menjadi elemen musik Blink yang khas,” ujar DeLonge.

Bisa dibilang, reuni ikon melodic punk itu adalah berkah musibah Travis Barker. Pada September 2008, drummer nyentrik tersebut mengalami luka parah akibat kecelakaan pesawat. Mendengar nyawa kawannya hampir melayang, DeLonge dan Hoppus tentu tak tinggal diam.

Awalnya, mereka hanya berkomunikasi lewat telepon. Beberapa minggu kemudian, baru mereka hang-out bareng. Mereka bertiga menikmati pertemuan itu dan membicarakan hal-hal positif. “Sangat menyenangkan, kami kembali menjalin persahabatan setelah selama empat tahun nggak saling bicara,” katanya.

Awalnya, DeLonge mengelak pertemuan itu menjadi indikasi kembalinya Blink-182. Meski kemungkinan tersebut terbuka lebar, DeLonge tak mau memberikan pernyataan. Namun, kini semua rumor itu benar. Doa fans Blink-182 yang berduka terjawab sudah. Tak lama lagi, kita akan kembali mendengarkan hit-hitsnya.
Intip Yuk Selengkapnya...blink 182

Kamis, 14 Januari 2010

Intip Yuk Selengkapnya...
Superman Is Dead
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas Superman Is Dead
Latar belakang
Nama lain SID
Asal Bali, Indonesia
Genre Punk rock
Tahun aktif 1995 - sekarang
Perusahaan rekaman Sony Music Indonesia, Sony BMG Indonesia
Situs web http://supermanisdead.net
Anggota
Bobby Kool
Eka Rock
Jerinx


Superman Is Dead (disingkat SID) adalah sebuah grup musik dari Bali, bermarkas di Poppies Lane II - Kuta. Grup musik ini beranggotakan tiga pemuda asal Bali, yaitu: Bobby Kool sebagai gitaris dan vokalis, Eka Rock sebagi bassis, dan Jerinx sebagai drummer.

Pada awal mula kemunculan, sekitar akhir tahun 1995, SID terpengaruh gaya musik dari band-band asing seperti Green Day dan NOFX. Di kemudian hari, inspirasi musikal SID bergeser ke genre Punk 'n Roll à la grup musik Supersuckers, Living End dan Social Distortion.

Penggemar Superman Is Dead disebut Outsiders bagi yang laki-laki dan Lady Rose bagi yang perempuan.Daftar isi [sembunyikan]
1 Sejarah Superman Is Dead
2 Kuta Rock City
3 The Hangover Decade
4 Black Market Love
5 Angels & the Outsiders
6 Diskografi
6.1 Sony-BMG Music Entertainment Indonesia
6.2 Rilisan Sendiri
6.3 Kompilasi
7 Pranala luar


Sejarah Superman Is Dead

Superman Is Dead yang biasanya dipanggil SID terbentuk pada tahun 1995. Awal mula terbentuknya SID (Superman Is Dead) dimotori oleh anggota band heavy metal thunder bernama Ari Astina sering dipanggil Jerinx yang ingin membentuk band baru. Dan drummer band new wave punk diamond clash Budi Sartika yg biasa dipanggil Bobby Kool yang ingin menjadi gitaris dan vokalis.

Jerinx dan Bobby bertemu di Kuta Bali. Kedua orang itu kemudian sepakat untuk membentuk sebuah band. Pada saat itu bass masih diisi oleh additional bassist bernama Ajuzt. Band mereka pada awalnya membawakan lagu-lagu dari Green Day.

Hari berganti hari datanglah personil baru yang bernama Eka Arsana panggilannya Eka Rock. Eka menjadi resmi sebagai personil SID. Dulu nama bandnya bukan Superman Is Dead tetapi Superman Is Silver Gun. Kemudian karena nama Superman Is Silver Gun kurang cocok bergantilah menjadi Superman Is Dead atau SID. Superman Is Dead mempunyai arti yaitu bahwa manusia yang sempurna hanyalah illusi belaka dan imajinasi manusia yang tidak akan pernah ada.

Kuta Rock City

Kuta Rock City dirilis secara resmi pada Maret 2003 dibawah label Sony Music Indonesia. Dengan single-single andalannya yaitu Punk Hari Ini dan Kuta Rock City yang kental dengan pengaruh Green Day dan NOFX langsung membuat nama SID disejajarkan dengan band-band rock. Album perdana SID ini langsung melambungkan nama SID sebagai band pendatang baru terbaik.

The Hangover Decade

Album yang dirilis tahun 2004 ini merupakan penanda 10 tahun SID berdiri. Di album keduanya SID masih mengambil jalur Punk seperti pada album Kuta Rock City, Di Album ini SID kembali memasukkan beberapa lagu lamanya seperti Long Way to The Bar, TV Brain, dan Bad bad bad.
[sunting]
Black Market Love

Album ketiga ini terkesan lebih dewasa[rujukan?], dengan lirik yang bercerita tentang kemarahan alam, keserakahan manusia, keadaan sosial dan politik. Dengan memasukkan unsur-unsur alat musik seperti akordion, trompet dan keyboards, seperti pada lagu Bukan Pahlawan dan Menginjak Neraka. Album ini dirilis tahun 2006.

Angels & the Outsiders

Album keempat yang dirilis tahun 2009 pada mayor label ini mengesankan bahwa semakin dewasanya SID. Masih seperti album sebelumnya, SID tetap mengandalkan lirik sosial dan perlawanan terhadap penindasaan. Album kali ini SID masih memainkan musik punkrock dengan sentuhan rock n' roll. Album SID ini menuai keberhasilan. Salah satunya adalah SID berhasil diundang ke Warped Tour Festival di Amerika Serikat dan melaksanakan tour di beberapa kota di USA. Ini merupakan keberhasilan SID karena merupakan satu-satunya band Indonesia dan band kedua di Asia yang dipanggil ke Warped Tour walaupun album mereka tidak dirilis di USA.
[sunting]
Diskografi

Sony-BMG Music Entertainment Indonesia
Kuta Rock City (2003)
The Hangover Decade (2004)
Black Market Love (2006)
Angels & the Outsiders (2009)

Rilisan Sendiri
Case 15 (1997)
Superman Is Dead (albm) (1998/1999)
Bad Bad Bad (2002)
Patile (Patil Lele) (2009)

Kompilasi
100% Attitude (1999)
Artis: SID, Djihad, Commercial Suicide, dll
No Place To Get Fun (2002)
Artis: SID, Rocket Rockers, Respect, Naon, dll
New Generation Calling (2003)
Artis: SID, Rocket Rockers, Shaggy Dog, The Bahamas, dll

Pranala luar
Situs Resmi
SID di Myspace Artikel bertopik musik Indonesia ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.
Intip Yuk Selengkapnya...
Superman Is Dead
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas Superman Is Dead
Latar belakang
Nama lain SID
Asal Bali, Indonesia
Genre Punk rock
Tahun aktif 1995 - sekarang
Perusahaan rekaman Sony Music Indonesia, Sony BMG Indonesia
Situs web http://supermanisdead.net
Anggota
Bobby Kool
Eka Rock
Jerinx


Superman Is Dead (disingkat SID) adalah sebuah grup musik dari Bali, bermarkas di Poppies Lane II - Kuta. Grup musik ini beranggotakan tiga pemuda asal Bali, yaitu: Bobby Kool sebagai gitaris dan vokalis, Eka Rock sebagi bassis, dan Jerinx sebagai drummer.

Pada awal mula kemunculan, sekitar akhir tahun 1995, SID terpengaruh gaya musik dari band-band asing seperti Green Day dan NOFX. Di kemudian hari, inspirasi musikal SID bergeser ke genre Punk 'n Roll à la grup musik Supersuckers, Living End dan Social Distortion.

Penggemar Superman Is Dead disebut Outsiders bagi yang laki-laki dan Lady Rose bagi yang perempuan.Daftar isi [sembunyikan]
1 Sejarah Superman Is Dead
2 Kuta Rock City
3 The Hangover Decade
4 Black Market Love
5 Angels & the Outsiders
6 Diskografi
6.1 Sony-BMG Music Entertainment Indonesia
6.2 Rilisan Sendiri
6.3 Kompilasi
7 Pranala luar


Sejarah Superman Is Dead

Superman Is Dead yang biasanya dipanggil SID terbentuk pada tahun 1995. Awal mula terbentuknya SID (Superman Is Dead) dimotori oleh anggota band heavy metal thunder bernama Ari Astina sering dipanggil Jerinx yang ingin membentuk band baru. Dan drummer band new wave punk diamond clash Budi Sartika yg biasa dipanggil Bobby Kool yang ingin menjadi gitaris dan vokalis.

Jerinx dan Bobby bertemu di Kuta Bali. Kedua orang itu kemudian sepakat untuk membentuk sebuah band. Pada saat itu bass masih diisi oleh additional bassist bernama Ajuzt. Band mereka pada awalnya membawakan lagu-lagu dari Green Day.

Hari berganti hari datanglah personil baru yang bernama Eka Arsana panggilannya Eka Rock. Eka menjadi resmi sebagai personil SID. Dulu nama bandnya bukan Superman Is Dead tetapi Superman Is Silver Gun. Kemudian karena nama Superman Is Silver Gun kurang cocok bergantilah menjadi Superman Is Dead atau SID. Superman Is Dead mempunyai arti yaitu bahwa manusia yang sempurna hanyalah illusi belaka dan imajinasi manusia yang tidak akan pernah ada.

Kuta Rock City

Kuta Rock City dirilis secara resmi pada Maret 2003 dibawah label Sony Music Indonesia. Dengan single-single andalannya yaitu Punk Hari Ini dan Kuta Rock City yang kental dengan pengaruh Green Day dan NOFX langsung membuat nama SID disejajarkan dengan band-band rock. Album perdana SID ini langsung melambungkan nama SID sebagai band pendatang baru terbaik.

The Hangover Decade

Album yang dirilis tahun 2004 ini merupakan penanda 10 tahun SID berdiri. Di album keduanya SID masih mengambil jalur Punk seperti pada album Kuta Rock City, Di Album ini SID kembali memasukkan beberapa lagu lamanya seperti Long Way to The Bar, TV Brain, dan Bad bad bad.
[sunting]
Black Market Love

Album ketiga ini terkesan lebih dewasa[rujukan?], dengan lirik yang bercerita tentang kemarahan alam, keserakahan manusia, keadaan sosial dan politik. Dengan memasukkan unsur-unsur alat musik seperti akordion, trompet dan keyboards, seperti pada lagu Bukan Pahlawan dan Menginjak Neraka. Album ini dirilis tahun 2006.

Angels & the Outsiders

Album keempat yang dirilis tahun 2009 pada mayor label ini mengesankan bahwa semakin dewasanya SID. Masih seperti album sebelumnya, SID tetap mengandalkan lirik sosial dan perlawanan terhadap penindasaan. Album kali ini SID masih memainkan musik punkrock dengan sentuhan rock n' roll. Album SID ini menuai keberhasilan. Salah satunya adalah SID berhasil diundang ke Warped Tour Festival di Amerika Serikat dan melaksanakan tour di beberapa kota di USA. Ini merupakan keberhasilan SID karena merupakan satu-satunya band Indonesia dan band kedua di Asia yang dipanggil ke Warped Tour walaupun album mereka tidak dirilis di USA.
[sunting]
Diskografi

Sony-BMG Music Entertainment Indonesia
Kuta Rock City (2003)
The Hangover Decade (2004)
Black Market Love (2006)
Angels & the Outsiders (2009)

Rilisan Sendiri
Case 15 (1997)
Superman Is Dead (albm) (1998/1999)
Bad Bad Bad (2002)
Patile (Patil Lele) (2009)

Kompilasi
100% Attitude (1999)
Artis: SID, Djihad, Commercial Suicide, dll
No Place To Get Fun (2002)
Artis: SID, Rocket Rockers, Respect, Naon, dll
New Generation Calling (2003)
Artis: SID, Rocket Rockers, Shaggy Dog, The Bahamas, dll

Pranala luar
Situs Resmi
SID di Myspace Artikel bertopik musik Indonesia ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.
Intip Yuk Selengkapnya...
Intip Yuk Selengkapnya...
Intip Yuk Selengkapnya...
Intip Yuk Selengkapnya...

Rabu, 15 Juli 2009

16-07-09

keadaan sekolah w mulai baek, munkin ini yg terbaik.........
kamis depan w mendapt bina menta
Intip Yuk Selengkapnya...16-07-09