Jumat, 15 Januari 2010
mxpx band
RASANYA tahun 2008 nanti, bakal jadi tahun yang 'meledak-ledak' di dunia musik. Pasalnya, sederetan band-band metal, punk, heavy metal dan sejenisnya bakal menyambangi Indonesia untuk menggelar konser. Hal ini tentu menyenangkan untuk scene musik di Indonesia.
Salah satu yang sudah dipastikan bakal menggelar konser di Indonesia adalah band punk bernama MxPX. Band ini bakal menggelar konsernya di Hall Basket Senayan, Minggu 13 Januari 2008 mendatang dalam rangkaian turnya yang diberi titel 'SECRET WEAPON TOUR 2008'.
LianMIPRO yang mendatangkan band Amerika Serikat ini mematok harga tiket Pre Sale : Rp 100.000,- dan D-Day : Rp 150.000,-. Konsernya sendiri bakal digelar mulai pukul 16.) WIB sampai selesai.
Ngomong-ngomong, siapa MxPX ini? Ada yang mengatakan band ini adalah punk-christian. Tapi seperti yang mereka katakan, "We're not a Christian band, but we're Christians in a band".
Awal Mula Berdiri
MxPx sudah menjadi inspirasi (thought provoking) bagi banyak orang terutama kawula muda yang gemar aliran punk. Band yang sudah menghasilkan 12 Album dalam 9 tahun ini dibentuk tahun 1993 di Bremerton, Washington oleh tiga orang punkers, Mike Herrera (vokal/bass), Yuri Ruley (drum) dan Andy (gitaris pertama MxPx) yang waktu itu masih SMU.
Kesukaan Andy pada kaus bermotif kotak-kotak menjadi inspirasi nama band mereka, Magnified Plaid - sebenarnya mereka pun tidak menyukai nama ini hingga mereka singkat menjadi M.P. Tapi di tangan Yuri yang juga menjabat sebagai disainer dari poster/flyer konser awal mereka, nama ini berubah jadi MxPx yang bertahan sampai sekarang.
Waktu anak muda seusia mereka baru punya SIM, mereka sudah merilis debut album mereka, 'Pokinatcha' di bawah Tooth and Nail Records (disingkat T&N Records), yang dengan cepat menjadi album best-seller Tooth and Nail tahun 1995. Tapi setelah debut album mereka keluar, karena beberapa hal, posisi Andy digantikan oleh Tom Wisniewski. Formasi Tom dan Yuri ternyata klop banget dalam bermusik-mungkin salah satu alasannya karena Tom sempat menjadi drummer selama setahun, dalam band lain.
Lewat 'Pokinatcha', MxPx menjadi terkenal di komunitas skate/surf dan punk underground yang dengan cepat diikuti oleh 'Teenage Politics' dengan hit single-nya "Teenage Politics". Tidak lama kemudian mereka diwisuda (SMU) dan hanya 2 hari setelahnya MxPx, pergi tur keliling AS pertama.
Jalan menuju sukses di pasar sekuler sebenarnya terbuka ketika album ke-5 'Life In General' dirilis tahun 1996, ketika label sekuler A&M Records tertarik dan kemudian bekerjasama dengan Tooth and Nail Records merilis ulang album tersebut. Album ini menghasilkan klip "Chick Magnet" yang sering diputar di MTV dan membawa MxPx tur dengan band-band seperti Rancid, Bad Religion dan NOFX.
Bahkan album ini juga dirilis oleh label Indonesia, jadi kalo kamu jeli mungkin bisa cari di toko-toko kaset sekuler. Kenyataannya, hampir semua album mereka sudah beredar secara underground (penjual kaset di pinggir jalan) di Indonesia. Kini, di album ke-12 dan terbaru, 'Before Everything and After', MxPx bergabung sepenuhnya dengan A&M Records. Dengan dukungan dana dan promosi yang kuat dari label besar ini, kita berharap mereka bisa tampil mencapai prestasi puncak di dunia musik sekuler.
'Before Everything and After' ditangani oleh produser Dave Jerden (Jane's Addiction, Alice In Chains, Offspring) dan dimixing oleh duo Tom Lord-Chris Lord Aige. Kali ini MxPx menunjukkan mereka bisa jadi benar-benar pop. Nama-nama seperti Benji Madden dari Good Charlotte, Jordan pundik dari New Found Glory, dan Kris Roe dari The Ataris juga ikut menyumbangkan suaranya di beberapa lagu.
Bila dibandingkan dengan Band Punk tersohor seperti Green Day, musik punk MxPx bisa dibilang masih pure (murni). Hentakan musik punknya lebih kasar, loud dan cepat. Kalau kamu doyan teriak-teriak dengan tempo cepat, nggak ada salahnya punya kaset MxPx. Selain liriknya membumi, musiknya juga banyak yang enak didengar. Jangan salah, ada juga loh lagu mereka yang nge-punk tapi melodinya slow
mxpx band
RASANYA tahun 2008 nanti, bakal jadi tahun yang 'meledak-ledak' di dunia musik. Pasalnya, sederetan band-band metal, punk, heavy metal dan sejenisnya bakal menyambangi Indonesia untuk menggelar konser. Hal ini tentu menyenangkan untuk scene musik di Indonesia.
Salah satu yang sudah dipastikan bakal menggelar konser di Indonesia adalah band punk bernama MxPX. Band ini bakal menggelar konsernya di Hall Basket Senayan, Minggu 13 Januari 2008 mendatang dalam rangkaian turnya yang diberi titel 'SECRET WEAPON TOUR 2008'.
LianMIPRO yang mendatangkan band Amerika Serikat ini mematok harga tiket Pre Sale : Rp 100.000,- dan D-Day : Rp 150.000,-. Konsernya sendiri bakal digelar mulai pukul 16.) WIB sampai selesai.
Ngomong-ngomong, siapa MxPX ini? Ada yang mengatakan band ini adalah punk-christian. Tapi seperti yang mereka katakan, "We're not a Christian band, but we're Christians in a band".
Awal Mula Berdiri
MxPx sudah menjadi inspirasi (thought provoking) bagi banyak orang terutama kawula muda yang gemar aliran punk. Band yang sudah menghasilkan 12 Album dalam 9 tahun ini dibentuk tahun 1993 di Bremerton, Washington oleh tiga orang punkers, Mike Herrera (vokal/bass), Yuri Ruley (drum) dan Andy (gitaris pertama MxPx) yang waktu itu masih SMU.
Kesukaan Andy pada kaus bermotif kotak-kotak menjadi inspirasi nama band mereka, Magnified Plaid - sebenarnya mereka pun tidak menyukai nama ini hingga mereka singkat menjadi M.P. Tapi di tangan Yuri yang juga menjabat sebagai disainer dari poster/flyer konser awal mereka, nama ini berubah jadi MxPx yang bertahan sampai sekarang.
Waktu anak muda seusia mereka baru punya SIM, mereka sudah merilis debut album mereka, 'Pokinatcha' di bawah Tooth and Nail Records (disingkat T&N Records), yang dengan cepat menjadi album best-seller Tooth and Nail tahun 1995. Tapi setelah debut album mereka keluar, karena beberapa hal, posisi Andy digantikan oleh Tom Wisniewski. Formasi Tom dan Yuri ternyata klop banget dalam bermusik-mungkin salah satu alasannya karena Tom sempat menjadi drummer selama setahun, dalam band lain.
Lewat 'Pokinatcha', MxPx menjadi terkenal di komunitas skate/surf dan punk underground yang dengan cepat diikuti oleh 'Teenage Politics' dengan hit single-nya "Teenage Politics". Tidak lama kemudian mereka diwisuda (SMU) dan hanya 2 hari setelahnya MxPx, pergi tur keliling AS pertama.
Jalan menuju sukses di pasar sekuler sebenarnya terbuka ketika album ke-5 'Life In General' dirilis tahun 1996, ketika label sekuler A&M Records tertarik dan kemudian bekerjasama dengan Tooth and Nail Records merilis ulang album tersebut. Album ini menghasilkan klip "Chick Magnet" yang sering diputar di MTV dan membawa MxPx tur dengan band-band seperti Rancid, Bad Religion dan NOFX.
Bahkan album ini juga dirilis oleh label Indonesia, jadi kalo kamu jeli mungkin bisa cari di toko-toko kaset sekuler. Kenyataannya, hampir semua album mereka sudah beredar secara underground (penjual kaset di pinggir jalan) di Indonesia. Kini, di album ke-12 dan terbaru, 'Before Everything and After', MxPx bergabung sepenuhnya dengan A&M Records. Dengan dukungan dana dan promosi yang kuat dari label besar ini, kita berharap mereka bisa tampil mencapai prestasi puncak di dunia musik sekuler.
'Before Everything and After' ditangani oleh produser Dave Jerden (Jane's Addiction, Alice In Chains, Offspring) dan dimixing oleh duo Tom Lord-Chris Lord Aige. Kali ini MxPx menunjukkan mereka bisa jadi benar-benar pop. Nama-nama seperti Benji Madden dari Good Charlotte, Jordan pundik dari New Found Glory, dan Kris Roe dari The Ataris juga ikut menyumbangkan suaranya di beberapa lagu.
Bila dibandingkan dengan Band Punk tersohor seperti Green Day, musik punk MxPx bisa dibilang masih pure (murni). Hentakan musik punknya lebih kasar, loud dan cepat. Kalau kamu doyan teriak-teriak dengan tempo cepat, nggak ada salahnya punya kaset MxPx. Selain liriknya membumi, musiknya juga banyak yang enak didengar. Jangan salah, ada juga loh lagu mereka yang nge-punk tapi melodinya slow
blink 182
===> PERSONIL <===
Mark
Full name: Markus Allen Hoppus
Wife: Skye Hoppus (a.k.a. Skye Everly)
Children: 1 boy Jack Hoppus
Pets: 3 dogs Atticus, Cheesburger, and Ahi
Current residence: Encinitas, California
Birthday: March 15th/1972
Bands that he is in (or was in): Blink 182, Plus 44
Fact about him: His role model is Homer Simpson
Tom
Full name: Thomas Matthew DeLonge
Wife: Jennifer DeLonge (a.k.a. Jen Jenkins)
Children: 1 girl Ava Elizabeth DeLonge (born on July 15th/2002
Pets: German Shepherd named Grey
Current residence: Encinitas, California
Birthday: December 13th/1975
Bands that he is in (or was in): Blink 182, Box Car Racer, Angels & Airwaves
Hometown: Poway, California
Fact about him: When he was 15 years old, he got suspended from school for getting drunk at a basketball game.
Travis
Full name: Travis Landon Barker
Fiancee: Shanna (former miss USA)
Children: 1 boy Landon Barker and 1 girl
Current residence: San Diego, California
Birthday: November 14th/1975
Bands that he is in (or was in): Blink 182, Box Car Racer, Plus 44
Fact about him: He broke his foot a couple of weeks before the Australian tour, which forced Blink 182 to cancel a few of their shows on the tour.
===> AWAL TERBENTUK <===
Blink 182 terbentuk tahun 1992 di Poway, California. Saat itu, Mark Hoppus baru aja dapat bas baru dari bokapnya karena bantuin ngecat rumah. Kemudian dengan perantara kakaknya Mark berkenalan dengan Tom DeLonge. Saking pengennya meng-impress Tom, Mark bela-belain lompat dari atap rumah sampe kakinya patah.
Mereka lalu mulai bikin-bikin lagu, tapi mereka baru sadar kalo butuh drumer. Maka bergabunglah Scott Raynor (asal usul dia kurang jelas, kadang datang tak diundang – pulang tak diantar..), dinamailah BLINK. Saat itu, Tom baru 16 tahun, Mark 19 tahun dan Scott 17 tahun. Rekaman mereka yang pertama, FLYSWATTER, kualitasnya ancur banget, karena direkam di kamar Tom cuma make tape-recorder (gaya-gaya wartawan githu). Album ini berisi 4 lagu dan hanya terdapat sekitar 50 copy saja yang kemudian diberikan kepada teman, pacar, kenalan, family dan keluarga tercinta.
Berkat perjuangan dan doa orang tua, akhirnya mereka mulai terkenal dan lagu-lagu mereka mulai dilirik label-label underground. Pada awalnya, band mereka make nama Blink. Berhubung juga ada band techno asal Irlandia yang juga make nama Blink, jadi mereka tambahin angka 182 dibelakangnya, BLINK 182. Why 182? Why…? Tanya, Kenapa? Fans bilang 182 adalah 182 kali umpetan F*** yang diucapkan Tony Montana di Scarface, tapi Mark bilang 182 cuma random number that sounds cool.
Pada tahun 1993 dengan Filter Record mereka merilis demo yang berjudul BUDDHA sebanyak 1000 copy. Di awal tahun 1994, Blink 182 menandatangani kontrak dengan Cargo Records. Mereka merekam debut album penuhnya, CHESHIRE CAT dalam tiga hari. Beberapa isi albumnya merupakan versi baru lagu Strings dan Carousel yang terdapat dalam album demo Buddha.
Tahun 1996 Blink 182 menandatangani kontrak dengan MCA yang kemudian berubah nama menjadi Geffen Records. Setelah pindah ke Encinitas, California, mereka merekam album DUDE RANCH pada 1996 dengan diproduseri Mark Trombino, yang dirilis setahun kemudian. Album ini terbilang sukses karena terjual sebanyak 4 juta copy di seluruh dunia. Single mereka Dammit berjaya di US modern rock charts.
Tur resmi pertama mereka dihiasi dengan kejadian ga enak. Scott Raynor dikeluarin dari band karena drugs and alcohol habit-nya yang udah parah (taukan lagu Man Overboard, nah ntuh sebenernya alasan kenapa mereka nge-kick Scott). Ketika mulai kebingungan mencari penggantinya Scoot, kebetulan saat itu Blink 182 tur dengan band pembuka namanya THE AQUABATS. Mungkin emang udah jodoh, tau Blink lagi ga punya drumer, dengan cuek bebek dan wajah sok-sok imut si drumer Aquabats PD aja nawarin diri ngisi posisinya Scott. Tau Siapa Dia…? Drumer itu, tak lain dan tak bukan adalah Travis Barker.
Mungkin seperti ini dialognya…..
Trav : Hai Fren katanya lagi nyari drumer yah?
Tom : Iya neh si Scott payah tepar mulu. Emang loe bisa?
Trav : Hayah!!! Jangankan lagu Blink, lagu engkongnya Blink juga gw bisa. Sekalian aja sini lagu Blink gw mainin ama tanjidor (Lom tau neh bocah ma gw — maki Travis dalam hati)
Tom : Cape deh landak!!! Tapi gaya loe boleh juga tonk. Coba deh loe mainin lagu kita
Trav : No Problemo Bro, sapa takut!
Lalu dia dengerin lagu mereka, dan bukan sulap bukan sihir hanya dalam tempo 30 menit si BONES udah bisa maenin semua lagunya Blink…Benar-benar jenius, ga ada matee nya!!!!!
Awalnya si Travis cuma sebagai aditional player. Mungkin karena takut ama tatoo dan model rambutnya si The Baron Von Tito, akhirnya Tom dan Mark resmi mengangkat Travis sebagai Drumer Blink 182. [The Baron Von Tito adalah nama panggung Travis di The Aquabats]
===> MASA JAYA BLINK 182 <===
Pada 1999, dalam proses pembuatan album ENEMA OF STATE, Blink 182 mempekerjakan Jerry Finn sebagai produser. Album ini membawa Blink 182 ke dunia mainstream dengan hit single Whats My Age Again, All The Small Things dan Adams Song yang sering diputar di radio dan ditayangkan di MTV. Penjualannya mencapai 10 juta copy di seluruh dunia dan menjadi best selling album saat itu.Di tahun 2000 Blink 182 merilis album live berjudul THE MARK, TOM AND TRAVIS SHOW : THE ENEMA STRIKES BACK dengan isi materi dari tiga album sebelumnya dan tambahan lagu studio Man Overboard. Blink 182 melanjutkan kesuksesannya dengan merilis album TAKE OFF YOUR PANTS AND JACKET di tahun 2001. Album ini benar-benar sukzes,,zes,zeessss kaya kacang garing yang enak,gurih dan juga nikmat. Kalian pasti udah pada taukan lagu-lagunya, jadi ga perlu dikasih tau lagi.
Setelah menghabiskan waktu ditahun 2002, rekaman untuk album selanjutnya dimulai pada 18 Nopember 2003 dan menghasilkan hit single Feeling This, I Miss You, Down dan Im Lost Without You. Barker mengatakan Blink 182 sengaja membiarkan albumnya tanpa judul (beda dengan self-titled) untuk mewakili Blink 182 yang baru.
===> KERETAKAN DI TUBUH BLINK 182 <===
Karena nama mereka udah terkenal, mereka mulai merambah bisnis laen, untungnya bukan seperti artis-artis indonesia yang make aji mumpung nyoba nyanyi ato maen sinetron. Tom dan Mark bikin label clothing ATTICUS dan MACBETH, Travis join ama temennya bikin label FAMOUS STARS AND STRIPES. Mareka juga udah mulai bikin band sampingan. Mulai dari sini masalah mulai timbul. Tom bikin band bareng Travis yang namanya BOX CAR RACER dan sukses ngluarin satu album dengan single I Feel So. Akhirnya Mark mulai ngambek, seperti yang dikutip majalah Kerrang!, BETRAYED katanya…Dia ngerasa ga diajak (ya iyalah, kalo dia diajak sama aja namanya blink 182!). Tapi yang jelas, dia marah dan mulai adu mulut. Tapi masih bisa diredamlah ampe akhirnya…
Di pertengahan Februari 2005, Blink 182 membatalkan performnya di Music For Reliefs Concert For South Asia, yang kemudian pada tanggal 22 Februari 2005 diumumkan bahwap embatalan tersebut dikarenakan Blink 182 akan vakum untuk sementara waktu. Geffen Records merilis GREATEST HITS pada 1 Nopember 2005 di US, di dalamnya termasuk unreleased track Another Girl Another Planet (sebuah cover song dari The Only Ones) dan bonus track Not Now. Banyak yang bilang kalo lagu Not Now itu lagu blink yang terbaru. Tapi itu Bulls**t! Asal tau aja, lagu Not Now itu udah direkam di album Blink 182 khusus untuk daerah UK! (Jangan-jangan kalian juga ga tau ama UK…) Coba kalian cari cd DRAGGING THE LAKE PART 3 keluaran tahun 2004 ada kok lagu Not Now. Kalo masih ga percaya, beli aja sendiri!!!!
Kabarnya tanggal 22 Februari 2005, Blink 182 resmi bubar. Tapi Who Know?? Pemicunya masalah lama antara Tom ama Mark tentang Box Car Racer, dan keinginan Tom buat lebih fokus sama keluarga. Tanggal 23 Mei 2006, Tom mengumumkan band barunya ANGEL AND AIRWAVES yang kemudian merilis album WE DONT NEED TO WHISPER. Ga mau kalah, Mark dan Travis juga bikin band +44 yang kemudian merilis album WHEN YOUR HEART STOPS BEATING pada 14 Nopember 2006.
===> BLINK 182 IS BACK <===
Hi, We are Blink-182. To put it simply, we’re back. We mean, really back. Picking up where we left off and then some. In the studio writing and recording new album. Preparing to tour the world yet again. Thanks and get ready…
Blink-182
—
Pernyataan tersebut yang membuat fans terkejut tetapi seneng, karena banyak fans Blink-182 yang sudah menunggu trio tersebut bersatu lagi. Tom DeLonge (gitaris, vokalis), Mark Hoppus (basis, vokalis), dan Travis Barker (drummer) siap menggebrak dengan lagu-lagunya yang konyol, bandel, dan energik.
Grammy Award 2009 yang diadakan di Staples Center, Los Angeles, Amerika Serikat, jadi momen penting. Blink-182 memberikan komentar resmi bahwa mereka telah bersatu lagi. Setelah sebelumnya mengatakan bubar dan serius dengan proyek masing-masing, band itu terakhir terlihat bersama pada 2005.
Meski hanya membacakan nominasi dan pemenang Grammy, melihat mereka bertiga bersama sudah membuat fans gembira. Apalagi, Barker memberikan basa-basi di awal pembacaan nominasi. “Kami pernah main musik bersama dan kami putuskan untuk main musik bersama lagi,” ujarnya disambut tepuk tangan penonton.
Rencananya, Blink-182 akan tur di musim panas ini. Namun, belum ada pernyataan resmi untuk tanggal pastinya. Menurut prediksi, mereka mengadakan tur lebih dahulu sebelum me-launching album keenam. Band punk yang melejit lewat All The Small Things itu tak banyak memberikan bocoran. Yang jelas, musiknya takkan banyak berubah. Tetap kental dengan gebukan agresif dan lirik lugas.
Untuk materi, DeLonge menegaskan satu hal. Blink-182 tidak akan memainkan lagu-lagu pop omong kosong. Blink-182 akan tetap menjadi Blink 182. “Masing-masing dari kami membawa sesuatu yang unik dan spesial untuk tiap-tiap lagu. Tubrukan dari warna kami itulah yang menjadi elemen musik Blink yang khas,” ujar DeLonge.
Bisa dibilang, reuni ikon melodic punk itu adalah berkah musibah Travis Barker. Pada September 2008, drummer nyentrik tersebut mengalami luka parah akibat kecelakaan pesawat. Mendengar nyawa kawannya hampir melayang, DeLonge dan Hoppus tentu tak tinggal diam.
Awalnya, mereka hanya berkomunikasi lewat telepon. Beberapa minggu kemudian, baru mereka hang-out bareng. Mereka bertiga menikmati pertemuan itu dan membicarakan hal-hal positif. “Sangat menyenangkan, kami kembali menjalin persahabatan setelah selama empat tahun nggak saling bicara,” katanya.
Awalnya, DeLonge mengelak pertemuan itu menjadi indikasi kembalinya Blink-182. Meski kemungkinan tersebut terbuka lebar, DeLonge tak mau memberikan pernyataan. Namun, kini semua rumor itu benar. Doa fans Blink-182 yang berduka terjawab sudah. Tak lama lagi, kita akan kembali mendengarkan hit-hitsnya.
blink 182
===> PERSONIL <===
Mark
Full name: Markus Allen Hoppus
Wife: Skye Hoppus (a.k.a. Skye Everly)
Children: 1 boy Jack Hoppus
Pets: 3 dogs Atticus, Cheesburger, and Ahi
Current residence: Encinitas, California
Birthday: March 15th/1972
Bands that he is in (or was in): Blink 182, Plus 44
Fact about him: His role model is Homer Simpson
Tom
Full name: Thomas Matthew DeLonge
Wife: Jennifer DeLonge (a.k.a. Jen Jenkins)
Children: 1 girl Ava Elizabeth DeLonge (born on July 15th/2002
Pets: German Shepherd named Grey
Current residence: Encinitas, California
Birthday: December 13th/1975
Bands that he is in (or was in): Blink 182, Box Car Racer, Angels & Airwaves
Hometown: Poway, California
Fact about him: When he was 15 years old, he got suspended from school for getting drunk at a basketball game.
Travis
Full name: Travis Landon Barker
Fiancee: Shanna (former miss USA)
Children: 1 boy Landon Barker and 1 girl
Current residence: San Diego, California
Birthday: November 14th/1975
Bands that he is in (or was in): Blink 182, Box Car Racer, Plus 44
Fact about him: He broke his foot a couple of weeks before the Australian tour, which forced Blink 182 to cancel a few of their shows on the tour.
===> AWAL TERBENTUK <===
Blink 182 terbentuk tahun 1992 di Poway, California. Saat itu, Mark Hoppus baru aja dapat bas baru dari bokapnya karena bantuin ngecat rumah. Kemudian dengan perantara kakaknya Mark berkenalan dengan Tom DeLonge. Saking pengennya meng-impress Tom, Mark bela-belain lompat dari atap rumah sampe kakinya patah.
Mereka lalu mulai bikin-bikin lagu, tapi mereka baru sadar kalo butuh drumer. Maka bergabunglah Scott Raynor (asal usul dia kurang jelas, kadang datang tak diundang – pulang tak diantar..), dinamailah BLINK. Saat itu, Tom baru 16 tahun, Mark 19 tahun dan Scott 17 tahun. Rekaman mereka yang pertama, FLYSWATTER, kualitasnya ancur banget, karena direkam di kamar Tom cuma make tape-recorder (gaya-gaya wartawan githu). Album ini berisi 4 lagu dan hanya terdapat sekitar 50 copy saja yang kemudian diberikan kepada teman, pacar, kenalan, family dan keluarga tercinta.
Berkat perjuangan dan doa orang tua, akhirnya mereka mulai terkenal dan lagu-lagu mereka mulai dilirik label-label underground. Pada awalnya, band mereka make nama Blink. Berhubung juga ada band techno asal Irlandia yang juga make nama Blink, jadi mereka tambahin angka 182 dibelakangnya, BLINK 182. Why 182? Why…? Tanya, Kenapa? Fans bilang 182 adalah 182 kali umpetan F*** yang diucapkan Tony Montana di Scarface, tapi Mark bilang 182 cuma random number that sounds cool.
Pada tahun 1993 dengan Filter Record mereka merilis demo yang berjudul BUDDHA sebanyak 1000 copy. Di awal tahun 1994, Blink 182 menandatangani kontrak dengan Cargo Records. Mereka merekam debut album penuhnya, CHESHIRE CAT dalam tiga hari. Beberapa isi albumnya merupakan versi baru lagu Strings dan Carousel yang terdapat dalam album demo Buddha.
Tahun 1996 Blink 182 menandatangani kontrak dengan MCA yang kemudian berubah nama menjadi Geffen Records. Setelah pindah ke Encinitas, California, mereka merekam album DUDE RANCH pada 1996 dengan diproduseri Mark Trombino, yang dirilis setahun kemudian. Album ini terbilang sukses karena terjual sebanyak 4 juta copy di seluruh dunia. Single mereka Dammit berjaya di US modern rock charts.
Tur resmi pertama mereka dihiasi dengan kejadian ga enak. Scott Raynor dikeluarin dari band karena drugs and alcohol habit-nya yang udah parah (taukan lagu Man Overboard, nah ntuh sebenernya alasan kenapa mereka nge-kick Scott). Ketika mulai kebingungan mencari penggantinya Scoot, kebetulan saat itu Blink 182 tur dengan band pembuka namanya THE AQUABATS. Mungkin emang udah jodoh, tau Blink lagi ga punya drumer, dengan cuek bebek dan wajah sok-sok imut si drumer Aquabats PD aja nawarin diri ngisi posisinya Scott. Tau Siapa Dia…? Drumer itu, tak lain dan tak bukan adalah Travis Barker.
Mungkin seperti ini dialognya…..
Trav : Hai Fren katanya lagi nyari drumer yah?
Tom : Iya neh si Scott payah tepar mulu. Emang loe bisa?
Trav : Hayah!!! Jangankan lagu Blink, lagu engkongnya Blink juga gw bisa. Sekalian aja sini lagu Blink gw mainin ama tanjidor (Lom tau neh bocah ma gw — maki Travis dalam hati)
Tom : Cape deh landak!!! Tapi gaya loe boleh juga tonk. Coba deh loe mainin lagu kita
Trav : No Problemo Bro, sapa takut!
Lalu dia dengerin lagu mereka, dan bukan sulap bukan sihir hanya dalam tempo 30 menit si BONES udah bisa maenin semua lagunya Blink…Benar-benar jenius, ga ada matee nya!!!!!
Awalnya si Travis cuma sebagai aditional player. Mungkin karena takut ama tatoo dan model rambutnya si The Baron Von Tito, akhirnya Tom dan Mark resmi mengangkat Travis sebagai Drumer Blink 182. [The Baron Von Tito adalah nama panggung Travis di The Aquabats]
===> MASA JAYA BLINK 182 <===
Pada 1999, dalam proses pembuatan album ENEMA OF STATE, Blink 182 mempekerjakan Jerry Finn sebagai produser. Album ini membawa Blink 182 ke dunia mainstream dengan hit single Whats My Age Again, All The Small Things dan Adams Song yang sering diputar di radio dan ditayangkan di MTV. Penjualannya mencapai 10 juta copy di seluruh dunia dan menjadi best selling album saat itu.Di tahun 2000 Blink 182 merilis album live berjudul THE MARK, TOM AND TRAVIS SHOW : THE ENEMA STRIKES BACK dengan isi materi dari tiga album sebelumnya dan tambahan lagu studio Man Overboard. Blink 182 melanjutkan kesuksesannya dengan merilis album TAKE OFF YOUR PANTS AND JACKET di tahun 2001. Album ini benar-benar sukzes,,zes,zeessss kaya kacang garing yang enak,gurih dan juga nikmat. Kalian pasti udah pada taukan lagu-lagunya, jadi ga perlu dikasih tau lagi.
Setelah menghabiskan waktu ditahun 2002, rekaman untuk album selanjutnya dimulai pada 18 Nopember 2003 dan menghasilkan hit single Feeling This, I Miss You, Down dan Im Lost Without You. Barker mengatakan Blink 182 sengaja membiarkan albumnya tanpa judul (beda dengan self-titled) untuk mewakili Blink 182 yang baru.
===> KERETAKAN DI TUBUH BLINK 182 <===
Karena nama mereka udah terkenal, mereka mulai merambah bisnis laen, untungnya bukan seperti artis-artis indonesia yang make aji mumpung nyoba nyanyi ato maen sinetron. Tom dan Mark bikin label clothing ATTICUS dan MACBETH, Travis join ama temennya bikin label FAMOUS STARS AND STRIPES. Mareka juga udah mulai bikin band sampingan. Mulai dari sini masalah mulai timbul. Tom bikin band bareng Travis yang namanya BOX CAR RACER dan sukses ngluarin satu album dengan single I Feel So. Akhirnya Mark mulai ngambek, seperti yang dikutip majalah Kerrang!, BETRAYED katanya…Dia ngerasa ga diajak (ya iyalah, kalo dia diajak sama aja namanya blink 182!). Tapi yang jelas, dia marah dan mulai adu mulut. Tapi masih bisa diredamlah ampe akhirnya…
Di pertengahan Februari 2005, Blink 182 membatalkan performnya di Music For Reliefs Concert For South Asia, yang kemudian pada tanggal 22 Februari 2005 diumumkan bahwap embatalan tersebut dikarenakan Blink 182 akan vakum untuk sementara waktu. Geffen Records merilis GREATEST HITS pada 1 Nopember 2005 di US, di dalamnya termasuk unreleased track Another Girl Another Planet (sebuah cover song dari The Only Ones) dan bonus track Not Now. Banyak yang bilang kalo lagu Not Now itu lagu blink yang terbaru. Tapi itu Bulls**t! Asal tau aja, lagu Not Now itu udah direkam di album Blink 182 khusus untuk daerah UK! (Jangan-jangan kalian juga ga tau ama UK…) Coba kalian cari cd DRAGGING THE LAKE PART 3 keluaran tahun 2004 ada kok lagu Not Now. Kalo masih ga percaya, beli aja sendiri!!!!
Kabarnya tanggal 22 Februari 2005, Blink 182 resmi bubar. Tapi Who Know?? Pemicunya masalah lama antara Tom ama Mark tentang Box Car Racer, dan keinginan Tom buat lebih fokus sama keluarga. Tanggal 23 Mei 2006, Tom mengumumkan band barunya ANGEL AND AIRWAVES yang kemudian merilis album WE DONT NEED TO WHISPER. Ga mau kalah, Mark dan Travis juga bikin band +44 yang kemudian merilis album WHEN YOUR HEART STOPS BEATING pada 14 Nopember 2006.
===> BLINK 182 IS BACK <===
Hi, We are Blink-182. To put it simply, we’re back. We mean, really back. Picking up where we left off and then some. In the studio writing and recording new album. Preparing to tour the world yet again. Thanks and get ready…
Blink-182
—
Pernyataan tersebut yang membuat fans terkejut tetapi seneng, karena banyak fans Blink-182 yang sudah menunggu trio tersebut bersatu lagi. Tom DeLonge (gitaris, vokalis), Mark Hoppus (basis, vokalis), dan Travis Barker (drummer) siap menggebrak dengan lagu-lagunya yang konyol, bandel, dan energik.
Grammy Award 2009 yang diadakan di Staples Center, Los Angeles, Amerika Serikat, jadi momen penting. Blink-182 memberikan komentar resmi bahwa mereka telah bersatu lagi. Setelah sebelumnya mengatakan bubar dan serius dengan proyek masing-masing, band itu terakhir terlihat bersama pada 2005.
Meski hanya membacakan nominasi dan pemenang Grammy, melihat mereka bertiga bersama sudah membuat fans gembira. Apalagi, Barker memberikan basa-basi di awal pembacaan nominasi. “Kami pernah main musik bersama dan kami putuskan untuk main musik bersama lagi,” ujarnya disambut tepuk tangan penonton.
Rencananya, Blink-182 akan tur di musim panas ini. Namun, belum ada pernyataan resmi untuk tanggal pastinya. Menurut prediksi, mereka mengadakan tur lebih dahulu sebelum me-launching album keenam. Band punk yang melejit lewat All The Small Things itu tak banyak memberikan bocoran. Yang jelas, musiknya takkan banyak berubah. Tetap kental dengan gebukan agresif dan lirik lugas.
Untuk materi, DeLonge menegaskan satu hal. Blink-182 tidak akan memainkan lagu-lagu pop omong kosong. Blink-182 akan tetap menjadi Blink 182. “Masing-masing dari kami membawa sesuatu yang unik dan spesial untuk tiap-tiap lagu. Tubrukan dari warna kami itulah yang menjadi elemen musik Blink yang khas,” ujar DeLonge.
Bisa dibilang, reuni ikon melodic punk itu adalah berkah musibah Travis Barker. Pada September 2008, drummer nyentrik tersebut mengalami luka parah akibat kecelakaan pesawat. Mendengar nyawa kawannya hampir melayang, DeLonge dan Hoppus tentu tak tinggal diam.
Awalnya, mereka hanya berkomunikasi lewat telepon. Beberapa minggu kemudian, baru mereka hang-out bareng. Mereka bertiga menikmati pertemuan itu dan membicarakan hal-hal positif. “Sangat menyenangkan, kami kembali menjalin persahabatan setelah selama empat tahun nggak saling bicara,” katanya.
Awalnya, DeLonge mengelak pertemuan itu menjadi indikasi kembalinya Blink-182. Meski kemungkinan tersebut terbuka lebar, DeLonge tak mau memberikan pernyataan. Namun, kini semua rumor itu benar. Doa fans Blink-182 yang berduka terjawab sudah. Tak lama lagi, kita akan kembali mendengarkan hit-hitsnya.
Kamis, 14 Januari 2010
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas Superman Is Dead
Latar belakang
Nama lain SID
Asal Bali, Indonesia
Genre Punk rock
Tahun aktif 1995 - sekarang
Perusahaan rekaman Sony Music Indonesia, Sony BMG Indonesia
Situs web http://supermanisdead.net
Anggota
Bobby Kool
Eka Rock
Jerinx
Superman Is Dead (disingkat SID) adalah sebuah grup musik dari Bali, bermarkas di Poppies Lane II - Kuta. Grup musik ini beranggotakan tiga pemuda asal Bali, yaitu: Bobby Kool sebagai gitaris dan vokalis, Eka Rock sebagi bassis, dan Jerinx sebagai drummer.
Pada awal mula kemunculan, sekitar akhir tahun 1995, SID terpengaruh gaya musik dari band-band asing seperti Green Day dan NOFX. Di kemudian hari, inspirasi musikal SID bergeser ke genre Punk 'n Roll à la grup musik Supersuckers, Living End dan Social Distortion.
Penggemar Superman Is Dead disebut Outsiders bagi yang laki-laki dan Lady Rose bagi yang perempuan.Daftar isi [sembunyikan]
1 Sejarah Superman Is Dead
2 Kuta Rock City
3 The Hangover Decade
4 Black Market Love
5 Angels & the Outsiders
6 Diskografi
6.1 Sony-BMG Music Entertainment Indonesia
6.2 Rilisan Sendiri
6.3 Kompilasi
7 Pranala luar
Sejarah Superman Is Dead
Superman Is Dead yang biasanya dipanggil SID terbentuk pada tahun 1995. Awal mula terbentuknya SID (Superman Is Dead) dimotori oleh anggota band heavy metal thunder bernama Ari Astina sering dipanggil Jerinx yang ingin membentuk band baru. Dan drummer band new wave punk diamond clash Budi Sartika yg biasa dipanggil Bobby Kool yang ingin menjadi gitaris dan vokalis.
Jerinx dan Bobby bertemu di Kuta Bali. Kedua orang itu kemudian sepakat untuk membentuk sebuah band. Pada saat itu bass masih diisi oleh additional bassist bernama Ajuzt. Band mereka pada awalnya membawakan lagu-lagu dari Green Day.
Hari berganti hari datanglah personil baru yang bernama Eka Arsana panggilannya Eka Rock. Eka menjadi resmi sebagai personil SID. Dulu nama bandnya bukan Superman Is Dead tetapi Superman Is Silver Gun. Kemudian karena nama Superman Is Silver Gun kurang cocok bergantilah menjadi Superman Is Dead atau SID. Superman Is Dead mempunyai arti yaitu bahwa manusia yang sempurna hanyalah illusi belaka dan imajinasi manusia yang tidak akan pernah ada.
Kuta Rock City
Kuta Rock City dirilis secara resmi pada Maret 2003 dibawah label Sony Music Indonesia. Dengan single-single andalannya yaitu Punk Hari Ini dan Kuta Rock City yang kental dengan pengaruh Green Day dan NOFX langsung membuat nama SID disejajarkan dengan band-band rock. Album perdana SID ini langsung melambungkan nama SID sebagai band pendatang baru terbaik.
The Hangover Decade
Album yang dirilis tahun 2004 ini merupakan penanda 10 tahun SID berdiri. Di album keduanya SID masih mengambil jalur Punk seperti pada album Kuta Rock City, Di Album ini SID kembali memasukkan beberapa lagu lamanya seperti Long Way to The Bar, TV Brain, dan Bad bad bad.
[sunting]
Black Market Love
Album ketiga ini terkesan lebih dewasa[rujukan?], dengan lirik yang bercerita tentang kemarahan alam, keserakahan manusia, keadaan sosial dan politik. Dengan memasukkan unsur-unsur alat musik seperti akordion, trompet dan keyboards, seperti pada lagu Bukan Pahlawan dan Menginjak Neraka. Album ini dirilis tahun 2006.
Angels & the Outsiders
Album keempat yang dirilis tahun 2009 pada mayor label ini mengesankan bahwa semakin dewasanya SID. Masih seperti album sebelumnya, SID tetap mengandalkan lirik sosial dan perlawanan terhadap penindasaan. Album kali ini SID masih memainkan musik punkrock dengan sentuhan rock n' roll. Album SID ini menuai keberhasilan. Salah satunya adalah SID berhasil diundang ke Warped Tour Festival di Amerika Serikat dan melaksanakan tour di beberapa kota di USA. Ini merupakan keberhasilan SID karena merupakan satu-satunya band Indonesia dan band kedua di Asia yang dipanggil ke Warped Tour walaupun album mereka tidak dirilis di USA.
[sunting]
Diskografi
Sony-BMG Music Entertainment Indonesia
Kuta Rock City (2003)
The Hangover Decade (2004)
Black Market Love (2006)
Angels & the Outsiders (2009)
Rilisan Sendiri
Case 15 (1997)
Superman Is Dead (albm) (1998/1999)
Bad Bad Bad (2002)
Patile (Patil Lele) (2009)
Kompilasi
100% Attitude (1999)
Artis: SID, Djihad, Commercial Suicide, dll
No Place To Get Fun (2002)
Artis: SID, Rocket Rockers, Respect, Naon, dll
New Generation Calling (2003)
Artis: SID, Rocket Rockers, Shaggy Dog, The Bahamas, dll
Pranala luar
Situs Resmi
SID di Myspace Artikel bertopik musik Indonesia ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas Superman Is Dead
Latar belakang
Nama lain SID
Asal Bali, Indonesia
Genre Punk rock
Tahun aktif 1995 - sekarang
Perusahaan rekaman Sony Music Indonesia, Sony BMG Indonesia
Situs web http://supermanisdead.net
Anggota
Bobby Kool
Eka Rock
Jerinx
Superman Is Dead (disingkat SID) adalah sebuah grup musik dari Bali, bermarkas di Poppies Lane II - Kuta. Grup musik ini beranggotakan tiga pemuda asal Bali, yaitu: Bobby Kool sebagai gitaris dan vokalis, Eka Rock sebagi bassis, dan Jerinx sebagai drummer.
Pada awal mula kemunculan, sekitar akhir tahun 1995, SID terpengaruh gaya musik dari band-band asing seperti Green Day dan NOFX. Di kemudian hari, inspirasi musikal SID bergeser ke genre Punk 'n Roll à la grup musik Supersuckers, Living End dan Social Distortion.
Penggemar Superman Is Dead disebut Outsiders bagi yang laki-laki dan Lady Rose bagi yang perempuan.Daftar isi [sembunyikan]
1 Sejarah Superman Is Dead
2 Kuta Rock City
3 The Hangover Decade
4 Black Market Love
5 Angels & the Outsiders
6 Diskografi
6.1 Sony-BMG Music Entertainment Indonesia
6.2 Rilisan Sendiri
6.3 Kompilasi
7 Pranala luar
Sejarah Superman Is Dead
Superman Is Dead yang biasanya dipanggil SID terbentuk pada tahun 1995. Awal mula terbentuknya SID (Superman Is Dead) dimotori oleh anggota band heavy metal thunder bernama Ari Astina sering dipanggil Jerinx yang ingin membentuk band baru. Dan drummer band new wave punk diamond clash Budi Sartika yg biasa dipanggil Bobby Kool yang ingin menjadi gitaris dan vokalis.
Jerinx dan Bobby bertemu di Kuta Bali. Kedua orang itu kemudian sepakat untuk membentuk sebuah band. Pada saat itu bass masih diisi oleh additional bassist bernama Ajuzt. Band mereka pada awalnya membawakan lagu-lagu dari Green Day.
Hari berganti hari datanglah personil baru yang bernama Eka Arsana panggilannya Eka Rock. Eka menjadi resmi sebagai personil SID. Dulu nama bandnya bukan Superman Is Dead tetapi Superman Is Silver Gun. Kemudian karena nama Superman Is Silver Gun kurang cocok bergantilah menjadi Superman Is Dead atau SID. Superman Is Dead mempunyai arti yaitu bahwa manusia yang sempurna hanyalah illusi belaka dan imajinasi manusia yang tidak akan pernah ada.
Kuta Rock City
Kuta Rock City dirilis secara resmi pada Maret 2003 dibawah label Sony Music Indonesia. Dengan single-single andalannya yaitu Punk Hari Ini dan Kuta Rock City yang kental dengan pengaruh Green Day dan NOFX langsung membuat nama SID disejajarkan dengan band-band rock. Album perdana SID ini langsung melambungkan nama SID sebagai band pendatang baru terbaik.
The Hangover Decade
Album yang dirilis tahun 2004 ini merupakan penanda 10 tahun SID berdiri. Di album keduanya SID masih mengambil jalur Punk seperti pada album Kuta Rock City, Di Album ini SID kembali memasukkan beberapa lagu lamanya seperti Long Way to The Bar, TV Brain, dan Bad bad bad.
[sunting]
Black Market Love
Album ketiga ini terkesan lebih dewasa[rujukan?], dengan lirik yang bercerita tentang kemarahan alam, keserakahan manusia, keadaan sosial dan politik. Dengan memasukkan unsur-unsur alat musik seperti akordion, trompet dan keyboards, seperti pada lagu Bukan Pahlawan dan Menginjak Neraka. Album ini dirilis tahun 2006.
Angels & the Outsiders
Album keempat yang dirilis tahun 2009 pada mayor label ini mengesankan bahwa semakin dewasanya SID. Masih seperti album sebelumnya, SID tetap mengandalkan lirik sosial dan perlawanan terhadap penindasaan. Album kali ini SID masih memainkan musik punkrock dengan sentuhan rock n' roll. Album SID ini menuai keberhasilan. Salah satunya adalah SID berhasil diundang ke Warped Tour Festival di Amerika Serikat dan melaksanakan tour di beberapa kota di USA. Ini merupakan keberhasilan SID karena merupakan satu-satunya band Indonesia dan band kedua di Asia yang dipanggil ke Warped Tour walaupun album mereka tidak dirilis di USA.
[sunting]
Diskografi
Sony-BMG Music Entertainment Indonesia
Kuta Rock City (2003)
The Hangover Decade (2004)
Black Market Love (2006)
Angels & the Outsiders (2009)
Rilisan Sendiri
Case 15 (1997)
Superman Is Dead (albm) (1998/1999)
Bad Bad Bad (2002)
Patile (Patil Lele) (2009)
Kompilasi
100% Attitude (1999)
Artis: SID, Djihad, Commercial Suicide, dll
No Place To Get Fun (2002)
Artis: SID, Rocket Rockers, Respect, Naon, dll
New Generation Calling (2003)
Artis: SID, Rocket Rockers, Shaggy Dog, The Bahamas, dll
Pranala luar
Situs Resmi
SID di Myspace Artikel bertopik musik Indonesia ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.
Rabu, 15 Juli 2009
16-07-09
kamis depan w mendapt bina menta
Jumat, 19 Juni 2009
sejarah sum41 band
Manajer pertama mereka adalah Greig Nori, vokalis Treble Charger. Deryck meminta Greig Nori untuk menjadi manajer Sum 41. Greig Nori berpendapat bahwa Deryck adalah seorang anak yang sangat berambisi menjadi bintang rock. Sebagian besar lagu Sum 41 ditulis oleh Deryck, beberapa ditulis oleh Stevo, lagu-lagu yang ditulis Stevo seperti Pain for Pleasure (All Killer No Filler) dan Ma Poubelle (Underclass Hero) biasanya adalah hanya untuk lelucon. Stevo pernah berkata di Exposed, Much Music, tanpa Deryck kita hanya band yang memainkan lagu orang lain.
Pada tahun 2004, Sum 41 mengunjungi Republik Demokratik Kongo di mana terjadi perang saudara yg merupakan inspirasi album keempat mereka, Chuck. Nama Chuck didapat dari Chuck Pelletier, seorang A.U.N yang menyelamatkan hidup mereka ketika mereka di Kongo. Pada 12 Oktober album Chuck dirilis dengan suara yang lebih keras dan tidak ada humor lagi di dalamnya. Single pertamanya "We're All To Blame" yang lebih terdengar metal daripada punk diikuti "Pieces" lagu tenang yang masuk Top Chart di Kanada dan "Some Say" singel yg hanya dirilis di Kanada bersamaan dengan "No Reason" yg videonya hanya ada di US dan Eropa.
Pada bulan Juli tahun 2006, Deryck menikah dengan Avril Lavigne, yang sudah bertunangan satu tahun sebelumnya. Sebelumnya pada tahun yang sama, gitaris Sum 41, Dave mengundurkan diri dari Sum 41. Alasannya adalah karena Dave merasa sudah tidak cocok lagi dengan musik Sum 41. Deryck pernah mengungkapkan bahwa Dave sebenarnya sudah tidak tertarik lagi dengan aliran musik Sum 41 sejak album Does This Look Infected?. Dan akhirnya setelah mendengarkan contoh lagu di album Underclass Hero, Dave memutuskan untuk mengundurkan diri dan membuat band metal yang bernama Brown Brigade.
Cone pun juga mempunyai side-project band yang bernama The Operation M.D. dan beraliran Rock-Garage-Alternative. Cone berdua dengan Todd Morse (H2O, Juliette & The Licks) memang menginkan tidak banyak distorsi di band ini. Band yang berkonsep dokter ini mengeluarkan albumnya pada bulan Februari 2007 yang berjudul "We Have an Emergency" dan hanya dijual di Kanada. Ciri khas The Operation M.D. adalah kacamata bermotif caturnya yang dipakai masing-masing personil yaitu Dr. Dynamite (Cone) dan Dr. Rocco (Todd).
Album kelima mereka keluar tanggal 24 Juli 2007 yang berjudul Underclass Hero. Di album ini mereka kembali ke aliran asal mereka. Mereka mengakui mereka sangat bersemangat dalam pembuatan album ini. Albumnya pun lebih kaya akan suara dan liriknya pun lebih bagus. Dalam tur Underclass Hero, posisi Dave akan digantikan dengan Tom Thacker yaitu vokalis dan gitaris dari grup band Gob. Saking semangatnya, mereka selalu bilang kalau mereka akan tur kemana-mana.
[sunting] Diskografi
[sunting] Album Studio
* Half Hour of Power (27 Juni 2000)
o Singles : Makes No Difference, Dave's Possessed Hair/It's What We're All About
* All Killer No Filler (8 Mei 2001)
o Singles : Fat Lip, In Too Deep, Motivation, Handle This (Jepang & Jerman)
* Does This Look Infected? (26 November 2002)
o Singles : Still Waiting, The Hell Song, Over My Head (Better Off Dead)
* Chuck (12 Oktober 2004)
o Singles : We're All To Blame, Pieces, Some Say, No Reason (US & Eropa)
* Underclass Hero (24 Juli 2007)
o Singles : Underclass Hero, Walking Disaster, With Me
[sunting] Album Konser
* Secret Garden: Live in London (2001)
* Sake Bombs & Happy Endings (2003)
* Go Chuck Yourself (2005)
[sunting] Lagu Hits Lain
* Killer Queen (Tribute To Queen)
* Rock Medley Feat. Tommy Lee & Rob Halford (No Sleep 'Til Brooklyn, Shout At The Devil, & You've Got Another Thing Comin)
* Metallica Medley (MTV Icon-Metallica)
* What We're All About (OST-Spiderman)
* Astronaut
* Walk This Way Feat. Nelly & Ja Rule
f
Peterpan is a multi-award winning Indonesian pop rock band currently consisting of Ariel, Ukie, Contents[hide] | ||||||||||||||||||||||||||
[edit] History
The group started in 1997 when keyboardist Andika (Andika Naliputra Wirahardja) formed a school band called Topi in Bandung, together with guitarist Uki (Mohammad Kautsar Hikmat), vocalist Ariel (Nazril Irham), bass player Abel and drummer Ari. They mainly played Brit Alternative until Ari withdrew from the group and marked the end of Topi.
Andika started to regroup the former members of Topi in 2000. The drummer was replaced by Reza (Ilsyah Ryan Reza), a college student from Palu. Loekman (Loekman Hakim), Indra's elder brother's friend, also joined them as their lead guitarist, which added a sense of matureness and enriched the melody in their songs to complete the band.
Andika then suggested Peterpan as the name for the band, Peter Pan referring to the character first created by author J.M. Barrie which according to Andika was their first choice among others such as Mickey Mouse, Spiderman, X-Men etc. After the name was chosen, Peterpan was formally founded on September 1st 2000.
On 2001, Peterpan played their music on Bandung streets, from one cafe to another with a vision of becoming a home band in one of Bandung's famous cafes. Peterpan often played top 40 songs, rock songs (Nirvana, Pearl Jam, Coldplay, U2, Creed, etc) at O'Hara and Sapu Lidi (Indonesian for broomstick) cafe. It was in Sapu Lidi Cafe that the band was spotted by Noey, a producer who planned to release a compilation album.
Subsequently, Peterpan sent 3 demo songs: Sahabat (Best Friend), Mimpi yang Sempurna (A Perfect Dream), and Taman Langit (Sky Garden). Mimpi yang Sempurna was chosen as one of the songs to be included in a compilation album titled Kisah 2002 Malam (The Story of 2002 Nights). The album was commercially successful and surprisingly it was Mimpi yang Sempurna that came out as the best song in this album boosting the sales up too 150,000 copies. It is a considerable achievement for a compilation album in Indonesia. Mimpi yang Sempurna was given heavy rotation on Indonesian Radio and became well known, making the song frequently performed by street musicians.
Musica, Indonesian top major label offered a contract to Peterpan and in June 2003 their Debut album titled 'Taman Langit' was released. The band members' individual taste in music is evident in the lyrics and music. Ariel's vocal strength and Peterpan's simple lyrics were noted as Peterpan's main musical strengths.
Afterwards, Peterpan released their 2nd album titled 'Bintang Di Surga' (A Star in Heaven) in August 2004. In its second week of release, Bintang di Surga reached 350,000 sales. From this point, Peterpan achieved commercial success.
On Bintang di Surga Peterpan made big improvements in their music which can be felt in each of the songs. Ariel's vocal character was stronger, Loekman and Uki's guitars meshed better, Reza gave more colour to each song, Andika showed more creativity in arranging the album tracks, and Indra's bass groove added flavour to the album. By the end of 2005, the second album sales had reached 2.7 million copies, a fantastic number in Indonesia's recently slow economy.
Recognising their success in the music industry, Peterpan received three SCTV awards, one in 2004 and two in 2005. They also received MTV Asia Awards for Indonesian Favourite Artist in Bangkok on May 9th 2005. In the Indonesian AMI awards 2005, Peterpan received the award of "Best Pop Alternative Band" with the song Kukatakan Dengan Indah(I Say It Beautifully).
After the second album, on September 18th, 2005 Peterpan released an album as the original soundtrack for the Rexinema movie, Alexandria. The album was titled Menunggu Pagi (Waiting for Dawn) and the formal release was covered simultaneously by Indonesia's 6 top National TV stations. The soundtrack album includes five new songs for the film and renditions of five of their old songs from Bintang Di Surga.
Peterpan also collaborated with Chrisye in the song Menunggumu (Waiting For You). The song was then used as the theme song for the Indonesian Soap Opera "Liontin", series 1 and 2.
On November 4th, 2006, Peterpan held a conference to formally announce the exit of two of their members, Andika Naliputra Wirahardja and Indra. Both left Peterpan due to a musical differences. According to Ariel, there were problems since the making of their first album, Taman Langit. The break up came at a difficult time for Indra as he had lost his child just before the break up. Both Andika and Indra claimed that they have settled the royalty matter with Peterpan and have officially left Peterpan since October 8th, 2006. Now, Andika and Indra are members of a new band, named The Titans. The band is recording under EMI Music Indonesia, an international record company. With their brand new self-titled album ,and first single Rasa Ini (This Feeling), The Titans have established themselves in Indonesia's music scene.
In early 2008 it was announced that Peterpan will be changing their name. Their last album, Sebuah Nama Sebuah Cerita, is stated to be their last studio album using the name Peterpan. The album itself is comprised mostly of popular hits from their eight years as Peterpan but includes three new songs; Walau Habis Terang, Kisah Cintaku and Dilema Besar. A last concert was also held on the 20th of October 2008 to celebrate both their last Peterpan album and their last official use of the name.
[edit] Personal life
Ariel married Sarah Amelia. The couple has a daughter named Allea Ananta.
They divorced in 2008 and Ariel is allegedly dating Luna Maya, an Indonesian model and actress who Ariel dated before news of Sarah's pregnancy broke.
[edit] Making a record
Amidst their tight schedule in 2003-2004, which climaxed on July 18, 2004, Peterpan planned a seemingly impossible mission of performing in six different cities in Indonesia just a period of 24 hours.[1] The concerts were titled Konser Breaking Record and listed in Museum Rekor Indonesia (MURI, Indonesian Museum of Record), includes concerts in 2 Indonesian major islands: Sumatra and Java. The concerts started on July 18 in Medan North Sumatra Province, Padang, Pekanbaru, Lampung, Semarang Central Java Province, and finally ended at Surabaya Eastern Java Province.
[edit] Controversy
The band's popular song Tak Bisakah was allegedly plagiarised by the Indian music director Pritam for the movie Woh Lamhe to be used in the song Kya Mujhe Pyaar Hai. The song went on to become a major hit in 2006 in India, and it soon surfaced that the tune of the song was partly copied from Peterpan's original Tak Bisakah. Although there have been many claims of plagiarism by many musicians and fans of Peterpan, and that Peterpan had made the original version, the controversy did not become a headline-grabber, and it is still not clear whether Peterpan was compensated, or whether Pritam bought the song off. Both songs was eventually sung by Peterpan and Abhijeet sequentially in the first Asian Idol in 2007.
Another popular song Di Belakangku was also plagiarised by the same Indian music director Pritam for the movie Jab We Met to be used in the song Aao Milo Chale. It's uncertain whether legal action has been taken by the group against the Indian composer.
[edit] Discography
| Year | Album Name | English Translation | Sale Numbers | Sale Certifications |
|---|---|---|---|---|
| 2000 | Taman Langit | Sky Garden | 850,000[1] | 5X Platinum |
| 2004 | Bintang Di Surga | A Star in Heaven | 3,200,000 | 21X Platinum |
| 2005 | Menunggu Pagi | Waiting for Dawn | 1,200,000 | 8X Platinum |
| 2007 | Hari Yang Cerah | A Bright Day | 745,000 | 4X Platinum |
| 2008 | Sebuah Nama Sebuah Cerita | A Name, A Story | 230,000 | 1X Platinum |
[edit] Awards and Recognition
| Award (Indonesian) | English Translation | Given By | Notes | |||
|---|---|---|---|---|---|---|
| 2002 | ||||||
| Rookie of the Year | Rookie of the Year | Majalah Hai (Hai Magazine) | ||||
| 2004 | ||||||
| Group Pendatang Baru Terngetop | Best Newcomer - Band/Group | SCTV Music Award | ||||
| Triple Platinum Album - Taman Langit | Triple Platinum Album - Sky Garden | Musica Studios Indonesia | ||||
| Konser 6 Kota 24 Jam | Record for performing in 6 different cities in 24 hours | MURI (Museum of Indonesian Records) | 18 July 2004 - 19 July 2004 | |||
| 2005 | ||||||
| Best Favorite- Artis Indonesia | Favorite Indonesian Artist | MTV Asia Awards | February 2005 | |||
| Album Pop Group Ngetop | Best Pop Album - Band/Group | SCTV Music Award | May 2005 | |||
| Lagu Paling Ngetop | Best Song | SCTV Music Award | May 2005 | |||
| Band Paling Ngetop | Best Band | SCTV Music Award | August 2005 | |||
| Penjualan Album Terbaik Sepanjang Tahun "Bintang Di Surga" | Most Sold Album of the Year "A Star in Heaven" | MTV Asia Awards | September 2005 | |||
| Grup pop terbaik melalui lagu "Ada Apa Denganmu" | Best Pop Song - Band/Group: "What's Up With You" | AMI Awards | November 2005 | |||
| Lagu pop terbaik "Ada Apa Denganmu" | Best Pop Song: "What's Up With You | AMI Awards | November 2005 | |||
| Band Pop alternatif terbaik melalui lagu "Kukatakan Dengan Indah" | Best Alternative Song - Band/Group:"I Say it Beautifully" | AMI Awards | November 2005 | |||
| Album Terbaik "Bintang Di Surga" | Best Album: "A Star in Heaven" | AMI Awards | November 2005 | |||
| Grafis desain album terbaik "Bintang Di Surga" | Best Album Art: "A Star in Heaven" | AMI Awards | November 2005 | |||
| Karya produksi terbaik "Bintang Di Surga" | Best Production Work: "A Star in Heaven" | AMI Awards | November 2005 | |||
| Anugerah Carta Era - Lagu Rock Pilihan & Carta Terbaik | Choice Rock Song | |||||
| 2006 | ||||||
| Best Favorite - Artis Indonesia | Favorite Indonesian Artist | MTV Asia Awards | April 2006 | |||
| Album Pop Group Ngetop | Best Pop Album - Band/Group | SCTV Music Award | May 2006 | |||
[edit] The line-up
[edit] Current Personnel
- Nazril Irham (Ariel), Lead vocal.
- Born in Pangkalan Brandan, September 16 1981
- Third and last child in the family
- Planned to be an architect
- Was registered as a student in Parahyangan University, Bandung, for an Architect degree.
- Mohammad Kautsar Hikmat (Uki)
- Born in Bandung
- Played music since Junior High
- Big fans of Liam and Noel Gallagher of Oasis
- Always wanted to be a superstar since he was young
- Also talented in drawing
- Ilsyah Ryan Reza (Reza)
- Born in Poso, March 11 1977
- Originally went to Bandung to earn a degree in a university but ended up joining Peterpan instead
- Formed Crue 21 with his High School friends and plays God Bless' (famous Indonesian rock band in the '80-es) songs.
- Loekman Hakim (Loekman)
- Born in Cianjur, December 30
- Has a hobby of playing football
- Started to play guitar in high school
[edit] Ex Personnel
- Andika Naliputra Wirahardja (Andika)
- The founding father of Peterpan
- Along with Indra, has now joined a band called "The Titans"
- Previously joined in numerous band such as: Beat Jr, Stupid Cupid and Topi
- Indra
- Born in Bandung, 1977 valentine day
- Used to be a vocalist before play guitar
- Given an Ibanez Bass guitar by his father on his 17th birthday
- Along with Andika, has now joined a band called "The Titans"








